Lompat ke isi utama
Beberapa difabel Pati dengan mendengarkan materi tentang pengelolaan keuangan

Difabel Pati Mengikuti Pelatihan UMKM Bank Jateng

Solider.id, Pati– Beberapa difabel Pati mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKN) yang diselenggarakan Bank Jawa Tengah cabang Pati, Kamis (16/08). Pelatihan yang diikuti 19 orang-diantaranya difabel ini berlangsung mulai 15-16 Agustus 2018.

Suratno, salah satu peserta perwakilan dari difabel mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan pelatihan tentang pengelolaan keungan. Dia merasa senang adanya pelatihan yang diadakan Bank Jateng, karena mendapat pengetahuan baru terkait mengelola keuangan agar menjadi lebih baik.

“Selama ini saya dalam mengelola keuangan usaha masih amburadul, di sini saya mengetahui bagaimana mengelola keuangan dengan baik, memisahkan mana uang untuk usaha dan pribadi,” tukas Suratno.

Suratno menambahkan setelah pelatihan ini, Bank Jateng menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kelompok Usaha Produktif (KUP) dengan bunga pinjaman rendah. Dia berharap, Bank Jateng memudahkan pinjaman usaha pada teman-teman difabel lainnya. “Mungkin juga ada dana hibah dari Bank Jateng untuk difabel,” tambahnya.

Pendapat lain diutarakan Ariep Hidayat yang juga mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, ia mendapat  banyak ilmu tentang pengeluaran dan pemasukan keuangan yang selama ini ia dapatkan. “Saya bisa mengetahui bagaimana mengelola keuangan dengan baik, dimana pengeluaran dan pemasukan jangan di campur adukkan, jadi kita bisa mengetahui laba yang di dapatkan,” tutur Ariep. Senada dengan Surtano, dia berharap Bank Jateng memudahkan proses pinjaman modal untuk membuka usaha.

Nanda Ade selaku analisis kredit sekaligus pemateri dalam pelatihan menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengalaman pada UMKM agar lebih berkembang. Pada pelatihan ini peserta akan menjalankan simulasi bisnis yang di dalamnya seperti bagaimana menyikapi pesaing bisnis, adanya produk-produk baru, pemasok nakal, sampai fasilitas dari Bank Jateng tentang pembiayaan untuk UMKM. “Pelatihan ini ditujukan untuk semua pelaku UMKM, tidak terkecuali difabel yang juga mempunyai usaha, agar UMKM disini dapat berkembang,” ujar Nanda.

Nanda juga menambahkan selepas kegiatan pelatihan, pihaknya akan terus memantau perkembangan usaha. Selain itu, apabila difabel memerlukan pinjaman, pihaknya akan menyediakannya sesuai dengan aturan yang berlaku di Bank Jateng. “Saya berharap kepada para difabel agar jangan takut untuk berwirausaha dan mengikuti pelatihan-pelatihan guna menambah pengetahuan dan juga relasi,” katanya. [Oby Achmad]

The subscriber's email address.