Lompat ke isi utama
Luluk saat mencoba toilet umum aksesibel di Yogyakarta

Luluk Coba Toilet Umum Akssesibel Sebagai Bahan Advokasi Di Daerahnya

Description: LulukSolider.id, Yogyakarta - Toilet mewah yang berada dibawah tanah berstandar internasional berada di Jalan Senopati Yogyakarta tepatnya di depan gedung Bank Indonesia. Para wisatawan dan warga sudah banyak berdatangan untuk mencobanya. Toilet bawah tanah tersebut telah dibuka untuk umum sejak Januari 2018.

Toilet bawah tanah ini juga disediakan lift wheelchair bagi difabel. Lift wheelchair ini disediakan khusus bagi difabel yang akan masuk dan keluar dari toilet bawah tanah untuk mempermudah akses bagi mereka khususnya difabel daksa baik pengguna kursi roda maupun kruk.

Luluk Ariyantiny difabel daksa asal Situbondo, Jawa Timur adalah salah satu pengunjung yang punya niatan untuk mencoba dan merasakan aksesibilitas yang disediakan oleh pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini juga akan menjadi bahan advokasi untuk pemerintah daerah yang ia tempati.

Tidak hanya akses bagi difabel, akan tetapi ada juga nilai edukasi yang disampaikan Luluk Ariyantiny kepada Solider.id.   “Bagaimana dengan adanya aksesibilitas yang ada di area Bank Indonesia petugas juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar karena kemarin masih ada orang yang menjelaskan bahwa lift wheelchair ini digunakan bagi orang yang sakit. Kemudian saya menjelaskan kalau lift wheelchair bisa digunakan teman-teman difabel.” Ungkap Luluk saat mencoba toilet akssesibel pada 11 Agustus lalu.

Dengan demikian Ia juga berharap agar petugas tidak hanya melayani akan tetapi juga mengedukasi. Luluk ingin mencoba lift wheelchair yang ada di Yogyakarta karena sebelumnya ia hanya mendengar cerita dari teman-temannya dan karena belum ada aksesibilitas serupa di domisilinya.

“Kebetulan kami dari (Persatuan Penyandang Disablitas Indonesia) PPDI Situbondo juga sudah melakukan diskusi panjang bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) terkait aksesibilitas yang ada di Situbondo, Jawa Timur. Selain itu juga kami mempunyai keinginan agar lift wheelchair atau yang sejenis bisa diwujudkan di daerah lain”, ungkap Luluk pengguna kruk.

Meskipun bersih, gratis, dan aksesibel, Luluk menilai bahwa toilet ini akan menjadi lebih nyaman bagi difabel jika ada kursi tunggu yang disediakan bagi pengunjung di dekat tangga pintu masuk toilet. “Karena difabel tidak hanya pengguna kursi roda saja tapi ada yang menggunakan kruk jadi saat menuggu lift wheelchair kami bisa duduk di kursi yang disediakan”, pungkas Luluk. [Ramadhany Rahmi]

The subscriber's email address.