Lompat ke isi utama
Bintek survey layanan kesehatan yang akses bagi difabel kabupaten Karanganyar

Menjawab Kebutuhan Difabel dengan Lakukan Survey Layanan Kesehatan

Solider.id, Karanganyar-Menjawab kebutuhan difabel akan layanan kesehatan yang aksesibel, dan mengarusutamakan difabilitas dalam setiap kebijakan bagi pemangku kebijakan khususnya pada penyelenggara layanan kesehatan menjadi faktor utama PPRBM Solo dalam menyelenggarakan survey layanan kesehatan. Tahun 2018 merupakan tahun ketiga merreka melakukan survey setelah sebelumnya pada tahun 2016 dan 2017 sudah pernah dilakukan. Hal itu yang melatarbelakangi tujuh orang difabel Kabupaten Karanganyar mengikuti  bimbingan dan teknis survey di Warung Soto SMS Karanganyar, Rabu (1/8).

Selain Kabupaten Karanganyar, survey serupa juga dilaksanakan di enam kabupaten/kota lain dampingan PPRBM Solo seperti Klaten, Sragen, Boyolali, Surakarta, Wonogiri dan Grobogan.

Beberapa surveyor tampak tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mereka adalah pegiat di lingkungan kecamatan masing-masing seperti Sartono, Heru Pratama, Zubadri dan hanya ada dua orang dengan wajah baru. Suripto, Ketua Rukun Tetangga (RT) di Dusun Pepe Desa Jatisuko Kecamatan Jatipuro baru kali ini hendak melakukan survey.

Hal Ini adalah pengalaman pertama bagi ketua RT yang telah berpengalaman selama 10 tahun memimpin warganya tersebut. “Ini tantangan baru bagi saya karena sebelumnya belum pernah saya lakukan. Dan kalau pergi ke puskesmas pun, hanya untuk mengakses ketika sakit,”tutur Suripto.

Menurut penuturan Sartono, salah seorang surveyor pegiat di Forum Difabel Mojogedang Bersatu (FDMB), mengatakan bahwa beberapa respon positif didapatkan oleh kelompok difabel usai survey layanan kesehatan dilakukan seperti terbangunnya kesadaran penyelenggara layanan puskesmas untuk melibatkan difabel secara aktif dalam program-programnya seperti diikutkan dalam sosialisasi-sosialisasi misalnya tentang kesehatan reproduksi. Juga termasuk anggaran kesehatan yang berpihak kepada difabel terutama anggaran pembangunan gedung puskesmas untuk penyediaan ramp/plengsengan beserta handrail serta kloset yang aksesibel.

Isitini anggoro, fasilitator PPRBM Solo untuk wilayah Kabupaten Karanganyar yang memfasilitasi bintek mengatakan bahwa survey layanan kesehatan yang diselenggarakan tanggal 2-10 Agustus 2018 di 45 tempat layanan kesehatan di 17 wilayah kecamatan yakni rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), klinik, praktik dokter ini adalah indikator apakah difabel sudah terlayani dengan baik. Dalam daftar isian angket survey, pihaknya masih menggunakan beberapa isian yang sama dengan tahun-tahun berikutnya,namun beberapa di antaranya daftar baru, seperti apakah pihak penyelenggara layanan kesehatan paham tentang regulasi berupa undang-undang penyandang difabilitas termasuk perda, apakah layanan kesehatan memiliki program-program layanan yang sifatnya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi hingga pertanyaan tentang ketersedaan aksesibilitas tempat/gedung bagi difabel.

“Setelah survey dilakukan lalu kami akan menyusun hasil laporan dan seperti tahun sebelumnya, kami pasti akan menyelenggarakan diskusi terfokus yang melibnatkan pemangku kebijakan di bidang kesehatan seperti dinas kesehatan, PMI, dan puskesmas-puskesmas ,”pungkas Istini. [Puji Astuti]

The subscriber's email address.