Lompat ke isi utama
Bayu saat bekerja membuat alat bantu

Sadar Pentingnya Keterjangkauan, Bayu Produksi Alat Bantu Berkualitas

Solider.id, Pati – alat bantu mereupakan salah satu aspek penting bagi difabel ketika hendak melakukan aktivitas secara mandiri. Kehadirannya menjadi sangat fital ditengah minimnya ketersediaan aksesibilitas di berbagai sarana publik di Indonesia.

Keberadaan alat bantu dapat mempermudah difabel dalam beraktivitas, menjangkau berbagai sarana, mengaktualisasikan diri dan mempermudah difabel untuk berpartisipasi secara aktif di masyarakat.  Bahkan, dengan adanya alat bantu yang sesuai dengan kebutuhannya, dapat pula mempermudah difabel dalam bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Keberadaan alat bantu tak selalu dapat dijangkau oleh difabel. Mahalnya harga alat bantu membuat difabel urung menikmati berbagai kemudahan hidup dengan adanya alat bantu. Tak jarang, banyak difabel di berbagai daerah yang memiliki berbagai hambatan dan menyebabkan hilangnya kesempatan untuk dapat berpartisipasi dimasyarakat secara penuh,

Pemikiran tersebutlah yang membuat Bayu Irianto, seorang difabel daksa asal Pati yang berinisiatif untuk membuat alat bantu yang terjangkau dikalangan masyarakat. Keseharian difabel daksa bawah ini kini banyak bergelut dalam pembuatan kaki palsu , kursi roda, dan memodifikasi motor roda tiga sehingga bisa digunakan oleh kawan-kawan difabel bermobilitas. Kualitas berbagai produk yang ia hasilkan tak kalah saing dengan produk lainnya.  

Berawal dari kakinya di amputasi dan dirawat di Rumah Sakit Karyadi Semarang, di situlah ia tahu jikalau ada pembuatan kaki palsu. Karena pembelian kaki palsu di rumah sakit begitu mahal, ia pun belajar membuat kaki palsunya sendiri di rumah secara otodidak.

“Di rumah sakit Karyadi saya membaca buku tentang pembuatan kaki palsu, kemudian di rumah saya mencoba untuk membuat sendiri, karena harga kaki palsu terlalu mahal buat saya.” Ucap Bayu.

Kegagalan demi kegagalan ia dapati dalam membuat kaki palsu, tetapi ia pantang menyerah untuk menghasilkan sebuah kaki palsu untuk dirinya. Kini, selain kaki palsu, ia juga memodifikasi motor roda dua menjadi motor roda tiga untuk difabel.

“Alhamdulillah, pesanan kaki palsu dan motor roda tiga sekarang tidak hanya dari Pati saja tetapi ada yang dari Surabaya, Solo, dan Purbalingga.” Ujarnya.

Dari segi kualitas kaki palsunya tidak kalah saing dari buatan rumah sakit, beratnya lebih ringan, lebih fleksibel, alas kaki lebih lentur, dan disertai dengan tensocrepe.

“Banyak orang yang beli kaki palsu di rumah sakit, malah di taruh disini dan ingin di buatkan lagi disini. Menurut mereka, kaki palsu yang dibuat di Rumah Sakit itu terlalu berat, tidak fleksibel dan tidak semua kaki palsu di rumah sakit ada tensocrepenya.” Tukas Bayu.

Harga  kaki palsu jauh lebih murah dari harga pasaran, dengan di banderol harga Rp. 3,5 juta, dan jika yang tidak mampu, ia tidak mematok harga.

“Untuk orang yang tidak mampu saya tidak mematok harga, ya semampunya saja, ada yang bayar Rp. 400 ribu, ada juga yang bayar Rp. 200 ribu, bagi saya yang penting kaki palsunya dapat bermanfaat dan orang itu bisa beraktivitas kembali.” Kata Bayu.

Dalam memodifikasi motor non matic ia mematok harga Rp. 2,5 juta, sementara untuk motor matic mulai dari  Rp. 3,5 juta. Kursi roda karya Bayu  dibanderol harga Rp. 800 ribu. Harga itu semua sudah di bawah pasaran.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya empat orang karyawan nondifabel untuk membantu dalam pekerjaan saya.” Tambahnya.

Dalam menggeluti pekerjaannya itu, ia juga mempunyai kendala-kendala, yaitu jarak jauhnya pemesan, karena untuk membuat kaki palsu harus mengukur kaki pemesan lebih dulu, dan modifikasi motor harus mengambil motor di rumah pemesan lebih dulu, karena pemesan tidak bisa datang ke bengkel sendiri.

“Banyak kendala, tapi ya gak apa-apa, yang penting usaha saya dapat berguna dan bermanfaat untuk orang lain.” Lanjut Bayu

Bayu Irianto juga mempunyai harapan agar pihak Pemerintah Kabupaten Pati lebih memperhatikan difabel tentang apa  yang dibutuhkan para difabel di Pati dan tentang pembuatan alat-alat untuk difabel.

“Kedepannya, saya berencana ingin membuat alat-alat ortopedi dengan memberdayakan para difabel di Pati.” Ucap Bayu.      [OB]

The subscriber's email address.