Lompat ke isi utama
Ilustrasi Beasiswa Pendidikan bagi Tuli di Indonesia (Kredit: Google)

Beasiswa Pendidikan bagi Tuli di Indonesia

Solider.id, Yogyakarta- Data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait isu pendidikan cenderung meningkat. Pada 2017 terdapat 19 kasus sedangkan di 2018 terdapat 11 kasus.

Kasus yang dilanggar di antaranya hak atas pendidikan, hak memperoleh keadilan, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan dan hak atas hidup, sebagaimana dilansir dari portal Kompas 2 Mei 2018.

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu suatu daerah maju atau tidak. Dengan demikian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 2018 memberikan beasiswa kepada difabel Tuli melalui Dewan Pengurus Pusat Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Jakarta.

Hal tersebut memberikan kesempatan bagi difabel Tuli di Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Beasiswa ini diberikan kepada anak yang masih sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB), SD, SMP, dan SMA.

Adapun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa adalah:

  1. Suami istri anggota Gerkatin yang memiliki anak,
  2. Suami tunarungu dan istri bukan, atau sebaliknya,
  3. Diutamakan orangtua tidak mampu jika tidak ditemukan baru ke ekonomi menengah,
  4. Fotocopy KTP suami istri,
  5. Fotocopy Kartu Keluarga,
  6. Fotocopy Akte Kelahiran Anak,
  7. Fotocopy buku rekening bank atas nama orangtua.

Selain itu calon pendaftar melampirkan fotokopi rapor anak harus diperhatikan yang ada nilainya. Rapor memuat identitas anak berupa; rapor untuk SLB/SD dimulai dari kenaikan kelas dua sampai kelas enam. Rapor untuk SMP dimulai kenaikan kelas dua atau VII sampai kelas tiga atau IX, rapor untuk SMA dimulai dari kelas dua atau XI sampai kelas tiga atau XII. Sedangkan bagi yang baru masuk kelas satu SLB/SD, SMP, SMA maupun yang baru lulus SLB/SD, SMP, SMA tidak mendapat bantuan beasiswa.

Bantuan beasiswa ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang mau masuk sekolah maupun yang mau lulus dari sekolah begitu juga tidak berlaku bagi kakak beradik. Besaran yang akan diberikan bagi mereka yang memenuhi syarat masing-masing Rp. 1.000.000,- setiap anak, belum termasuk biaya transfer ke rekening bank.

Setiap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerkatin se-Indonesia diberi kuota sebanyak 10 anak, jika tidak mencapai target 10 orang maka akan dialihkan ke DPD yang lain. Data dan persyaratan segera di kirim ke Sekretariat DPP Gerkatin paling lambat pada tanggal 10 Juli 2018.

Kontak DPP Gerkatin :HP SMS : 08176733250, 081807900275, e-mail : gerkatinpusat@yahoo.com. Kontak DPD Gerkatin Yogyakarta: Ayut : 08121552127.

[Ramadhani Rahmi]

The subscriber's email address.