Lompat ke isi utama
 Sebanyak 30 difabel kota Bandung mengikuti kegiatan Ramadhan Istimewa Bersama Disabilitas. Kegiatan bertajuk Soft Skill Training dengan tema kenali minat istimewamu dan tingkatkan produktivitasmu ini, berlangsung di Travelers Inn, Bandung (9/6).

Pentingnya Pengenalan Potensi Diri Bagi Difabel

Solider.id, Bandung-  Setiap manusia terlahir dengan potensinya masing-masing, begitu pula halnya dengan difabel. Sri Habsari (2005:2) menjelaskan, potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam, dan memiliki kemungkinan untuk dikembangkan bila didukung dengan latihan dan sarana yang memadai. Berdasarkan penjelasan Sri tersebut, maka mengenali potensi diri adalah suatu hal yang sangat penting.

Senada dengan pernyataan Sri, psikolog Danti Soegijardjo menyatakan, tujuan dari pengenalan potensi diri pada kegiatan Soft Skill Training yang digelar dalam acara Ramadhan Istimewa Bersama Disabilitas ini, untuk mempersiapkan potensi difabel usia produktif agar mereka lebih siap lagi baik secara mental maupun psikologis, untuk menghadapi masa depan, dan mengajak difabel bersenang-senang dengan pekerjaanya.

Pernyataan tersebut berdasarkan hasil penelitian, jika seseorang bisa mengenali potensi dirinya yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki, maka orang tersebut akan menjadi lebih produktif. Ia akan bangun lebih pagi, bekerja lebih giat di siang hari, dan tidur lebih larut di malam hari.

“Instrumen tes yang diberikan ini, 60% hasilnya  adalah potensi yang dimiliki oleh mereka. Sedangkan 40% nya berupa penulusuran minat dan bakat berdasarkan hasil observasi dan pengembangan di lapangan” ujarnya, ketika ditemui di sela-sela kegiatan yang berlangsung di Travelers Inn, Bandung (9/6).

Salah satu koordinator pelaksana kegiatan, Diah Puspitosari mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan kedua yang diselenggarakan oleh Yayasan Mata Hati Indonesia. kegiatan ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan akan banyaknya difabel usia produktif yang tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

“Banyak dari difabel yang mengikuti pelatihan vokasional, tapi hanya sekedar mengikuti saja, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika pelatihan selesai” ujar wanita yang akrab disapa dokter poppy tersebut.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, difabel bisa selektif dalam menentukan pelatihan vokasional yang akan mereka ikuti. Sehingga, usai pelatihan tersebut, mereka dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki berbekalkan pelatihan yang diperoleh, karena sesuai dengan bidang yang ingin mereka tekuni.

“Saya jadi tahu potensi diri saya setelah mengikuti tes tadi. Penjelasan ibu Danti, membuat saya jadi tahu apa yang harus saya lakukan di masa mendatang” ujar Resty Nursyam, difabel polio yang menghadiri kegiatan tersebut. (Maya Aimee)

The subscriber's email address.