Lompat ke isi utama
 Audiensi kelompok harapan mandiri kepada bupati semarang

Audiensi Kelompok Harapan Mandiri Kepada Bupati Semarang Suarakan Aksesibilitas Pasar

Solider.id, Semarang- Kelompok Harapan Mandiri yang terdiri dari perempuan dan anak difabel beraudiensi kepada Mundjirin, Bupati Semarang untuk menyuarakan aksesibilitas Pasar Suruh yang rencananya akan segera dibangun. Kelompok ini juga berharap kepada bupati bahwa pasar nantinya ramah difabel dengan tersedianya tempat khusus untuk difabel, seperti tempat istirahat yang akses, serta sebuah tempat permainan yang ramah anak. Juga diingatkan tentang kebutuhan guidingblock bagi difabel netra. Audiensi yang dilaksanakan di kantor bupati belum lama ini dikuti oleh kelompok dan pendamping difabel, koordinator lapangan PPRBM Solo untuk wilayah Kabupaten Semarang.

Setelah didata, maka kebutuhan aksesibilitas bagi difabel ternyata lebih dari itu termasuk kebutuhan adanya ramp/plengsengan bagi pengguna kursi roda, baik di pasar yang akan dibangun maupun di tempat layanan lain yang masih berada satu kompleks dengan bangunan pasar.

Pada toilet ramah difabel, selain tempat akses untuk kursi roda, difabel juga mengusulkan adanya Handle Bath Kit atau pegangan tangan sesuai standar dari Dinas Perdagangan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat. 

Selain mengadvokasi kebutuhan aksesibilitas pasar yang akan dibangun, kelompok difabel juga menyuarakan tentang hak pendidikan bagi anak difabel sebab sampai saat ini masih banyak sekolah reguler yang tidak mau menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Selama ini masih terjadi perundungan terhadap anak difabel yang bersekolah di sekolah reguler seperti yang anak-anak kami alami,”uja Nurul Hidayah, wakil ketua kelompok.

Sayangnya, saat menanyakan tentang desain pasar permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh bupati dengan tanpa alasan. Bupati tidak dapat memberikan kepada kelompok Harapan Mandiri karena memang bukan kewenangan dari  Bupati untuk memberikannya. “Kami harus menunggu desain Pasar Suruh ditempel secara resmi di pasar yang akan dibangun tersebut,”ujat Siti Dana, CO untuk project CBM EU.

Nurul Hidayah, wakil ketua kelompok Harapan Mandiri saat diwawancarai berkata bahwa dirinya ssangat senang dengan audiensi karena akhirnya bisa menyampaikan secara langsung harapannya dan kelompok kepada bupati dan pernyataan bupati yang menyatakan Pasar Suruh yang akan dibangun nantinya ada ruang difabel. “Saya berharap ini nanti benar-benar bisa terelalisasi,”jelas Nurul Hidayah.

Tak jauh beda dengan Nurul, kakaknya, Nur Hidayah menyatakan dia sangat senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya dengan kegiatan itu dia lebih paham serta bagaimana praktik-praktik advokasi dilakukan. Harapannya kelompoknya terus bergerak dengan kompak dan dirinya akan terus belajar (Puji Astuti)

The subscriber's email address.