Lompat ke isi utama
Ilustrasi JKK RTW untuk para pekerja difabel

Return to Work; Difabel Akibat Kecelakaan Kerja Bisa Kembali Kerja

Solider.id, Yogyakarta- Pekerja yang menjadi difabel akibat kecelakaan kerja, kini bisa kembali bekerja. Melalui program Return to Work (RTW). Melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) RTW, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengalami hambatan dalam bekerja, berkesempatan mengikuti proses pemulihan sesuai kebutuhan masing-masing.

Program RTW merupakan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang digagas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. RTW, pertambahan manfaat dari Program BPJS Ketenagakerjaan JKK yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan yang berakibat menjadi difabel sementara atau permanen maupun yang berpotensi menjadi difabel.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Yogyakarta Ainul Kholid mengutarakan, pekerja peserta program JKK-RTW ketika mengalami kecelakaan kerja akan didampingi BPJS Ketenagakerjaan. Mulai dari terjadinya kecelakaan hingga peserta mampu kembali bekerja. Pendampingan akan dimulai sejak perawatan di rumah sakit hingga proses rehabilitasi agar dapat kembali bekerja.

"Jadi bagi peserta BPJS Program JKK-RTW, kecelakaan yang mengakibatkan kedifabilitasan bukanlah akhir segalanya. Karena kesempatan bekerja kembali akan terbuka," ujar Kholid kepada Solider, Senin (21/4/2018) di ruang kantornya.

Kholid juga memaparkan bahwa saat ini terdapat salah satu pekerja pada sebuah perusahaan yang mengalami kecelakaan kerja. Kecelakaan berakibat cedera pada tulang belakang dan pekerja mengalami kelumpuhan dari perut ke bawah (paraplegia).

“Yang bersangkutan, saat ini menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY), Jalan Kaliurang Km. 13,5. Lembaga Yakkum menjadi satu-satunya lembaga yang ditunjuk BPJS sebagai Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Kholid.

Kholid mengaku, Yakkum mampu merehabilitasi difabel untuk dapat mandiri. Mampu menjalani aktivitas sehari-hari (activity daily living), serta memberikan latihan kerja (vocational therapy) sesuai kondisi dan keinginan pasien.

Menurut Kholid, belum banyak lembaga yang ditunjuk sebagai lembaga pendamping. Di Indonesia lembaga pendamping yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan baru ada di DIY, yaitu YAKKUM.

“Kali ini merupakan program pertama kalinya kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan disabilitas berat dan direhabilitasi di Yakkum. Terdapat 10 pekerja yang saat ini mengikuti program Return to Work di YAKKUM,” ucap Kholid.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Pusat Rehabilitasi Yakkum Arshinta membenarkan adanya pekerja peserta JKK-RTW yang saat ini mengikuti program rehabilitasi di lembaga yang dipimpinnya. Namun saat tinggal tiga pekerja saja yang maish menjalani terapi. Adapun tujuh lainnya sudah dinyatakan mampu dan dapat kembali bekerja.

Menurut Arshinta, Program Return to Work itu memungkinkan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kedisabilitasan akibat kecelakaan kerja bisa kembali bekerja. Caranya, melalui proses pemulihan sesuai kebutuhan, alat bantu hingga pelatihan vokasional. Sehingga, rehabilitasi fisik agar mereka siap kembali bekerja. Selain itu, rehabilitasi psikis (mental) pun menjadi perhatian dalam program kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

“Membangun psikis (mental) percaya diri sebelum kembali bekerja penting dilakukan. Dengan demikian para pekerja yang menjadi difabel karena kecelakaan kerja, tetap bersemangat dan bekerja dengan optimal,” terang Shinta (21/5).

Supriyadi, seorang pekerja amputasi kaki sekaligus peserta rehabilitasi mengungkapkan apresiasi dan rasa syukurnya terhadap program JKK-RTW, demikian pula dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

“Ini tantangan tersendiri bagi saya. Hal baru yang membuat saya harus percaya diri. Saya merasa hidup saya mulai dari awal lagi. Saya harus membangun kepercayaan bahwa saya memiliki kesempatan kedua untuk hidup lebih baik lagi,” ungkap Supriyadi menyikapi kedifabilitasan yang dialaminya. [Harta Nining Wijaya]

The subscriber's email address.