Lompat ke isi utama
Persiapan Moderator dalam pelatihan jurnalistik tahap dua.

Peluang Difabel Berkiprah di Bidang Jurnalistik

Solider.id, Bandung– 20 peserta dari ragam kedifabelan mengikuti pelatihan jurnalistik. Pelatihan diselenggarakan dalam rangka memberikan kapasitas para difabel untuk berkiprah dalam menyuarakan fakta untuk perubahan di bidang jurnalistik. Pelatihan bertempat di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, kawasan jalan Pajajaran Kota Bandung, Jum’at (11/5).

Pelatihan yang diusung oleh Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG) akan berlangsung selama tiga hari merupakan peluang bagi difabel untuk mendalami bidang jurnalistik. “Semua orang bisa menulis, apapun hambatannya,” ujar Bang Aswi, narasumber pada pelatihan jurnalis tahap dua.

Aswi dari sebuah media online yang pendirinya merupakan sejumlah difabel Nerta tersebut memaparkan tidak ada batasan untuk berkarya, terlebih dalam membuat tulisan. Panca indra yang dimiliki dapat digunakan untuk menggambarkan, merasakan dan menuliskan sebuah kondisi keadaan di sekitar kita.

“Indra dengar bagi difabel Netra dapat membayangkan apa yang dirasakan, indra penglihatan bagi Tuli dapat mencermati kondisi sekitar yang ingin dituangkan dalam tulisan,” papar Aswi, mencontohkan.

Sementara dari pihak panita pelatihan tersebut memberikan keterangan media online Kabar Difabel memiliki harapan tersendiri untuk dapat mengajak masyarakat luas, agar bisa lebih memahami tentang difabel.

“Kami ingin melebur paradigma yang masih memandang pemenuhan hak difabel dalam bentuk charity based (Red: belas kasihan) menjadi right based (Red: berdasarkan hak),” ungkap Menik Budiarti selaku Manager Editor Kabar Difabel.

Menik juga mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut perlu ditunjang oleh fakta-fakta yang apa adanya dan tidak menyesatkan. Di sinilah, kiprah para jurnalis difabel dibutuhkan. Difabel dapat memperoleh tempat yang proporsional dan setara di tengah masyarakat. Difabel turut berperan aktif dan berdaya guna membentuk masyarakat inklusif. “Dan salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan mengadakan pelatihan jurnalis bagi difabel,” imbuhnya.

Pelatihan jurnalis tahap dua ini diikuti ragam difabel, di antaranya Netra, Tuli dan Daksa. Beberapa dari mereka yang menghadiri berasal dari Jakarta dan Cirebon. [Srikandi Syamsi]

The subscriber's email address.