Lompat ke isi utama
Ilustrasi gambar pernyataan sikap

Pernyataan Sikap SIGAB Atas Aksi Teror Bom Di Tiga Gereja di Surabaya

Pada Minggu pagi, 13 Mei 2018, Indonesia kembali berduka. Telah terjadi aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya. Aksi terorisme ini merupakan perbuatan sadis, fatalistik, biadab dan di luar batas kemanusiaan karena telah mengorbankan anggota masyarakat, petugas keamanan, kaum perempuan, dan anak-anak yang tidak berdosa. Kami turut berduka cita mendalam kepada korban dan keluarganya, semoga mereka yang telah gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan mereka yang terluka segera diberikan kesembuhan.

Sebagai Lembaga yang berkomitmen terhadap penegakan Hak Asasi Manusia dan perlindungan perempuan dan anak. Kami-Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) mengutuk keras pelaku dan dalang dari aksi terorisme yang menggunakan perempuan dan dua anak berumur di bawah 10 tahun sebagai martir bom bunuh diri. Ini merupakan tindakan fatalistik yang tidak hanya membodohi perempuan dan anak-anak dengan mengatasnamakan “mati syahid”, tetapi juga mengancam masa depan kehidupan bangsa Indonesia yang santun dan menghargai sesama.

Sebagai Lembaga yang mendukung inklusi, keberagaman dan hak asasi manusia, kami juga mengutuk keras terorisme yang berkedok agama. Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Terorisme adalah tindakan yang tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip inklusi.

Oleh karena itu, kami menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, kami mendorong Pemerintah untuk mengusut tuntas dan membongkar jaringan pelaku, serta melakukan penegakan hukum secara adil dan tuntas terhadap jaringan teroris sampai ke akar-akarnya.

Kedua, kami mendorong Pemimpin dan segenap elemen Bangsa Indonesia agar tidak kalah terhadap terorisme. Segala tindakan yang proporsional dan terukur harus dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada segenap elemen bangsa Indonesia.

Ketiga, kami mengimbau seluruh rakyat di seluruh pelosok tanah air agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh fitnah-fitnah yang dibawa oleh terorisme. Bangsa yang inklusif menjaga persatuan dan kesatuan seluruh umat manusia tanpa memandang perbedaan agama, ras, suku bangsa, latar belakang budaya, Bahasa, keadaan ekonomi maupun keadaan fisik/mentalnya.  

Keempat, kami mengimbau semua pihak agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik tertentu. Menggunakan isu terorisme dan penderitaan masyarakat untuk kepentingan politik pribadi dan kelompoknya adalah termasuk kejahatan atas kemanusiaan.

Kelima, kami menghimbau kelompok-kelompok yang telah terjerumus pada gerakan terorisme agar kembali kepada Tanah Air, Bangsa dan Negara serta bertobat kepada Allah SWT. Allah SWT tidak meridhai orang-orang yang berbuat brutal dan biadab atas nama apa pun.  Allah SWT menghendaki kehidupan yang damai, meminta umat manusia agar tolong-menolong, dan menghargai semua manusia ciptaan-Nya. Allah SWT membenci orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi.

                                                                                                                                                                                             Yogyakarta, 14 Mei 2018,

                                                                                                                                                       Segenap Pengurus dan Staf SIGAB Indonesia

The subscriber's email address.