Lompat ke isi utama
jalur pedestrian yang aksesibel, diambil di salah satu area pemukiman di Ang Mo Kio (9/5)

Menilik Aksesibilitas di Singapura

Solider.id, Bandung-  Keramahan aksesibilitas infrastruktur dan ruang terbuka publik menjadi daya tarik tersendiri bagi saya ketika menginjakkan kaki di Singapore. Sebuah negara kecil bergelar Negeri Singa dengan luas 719,9 km2.

Gedung-gedung bertingkat berderet rapi dihiasi hijaunya tanaman di sepanjang jalan menambah keindahan tata kota. Tak luput pula jalur pedestrian yang aksesibel bagi semua kalangan, menambah kenyamanan selama berada di negara ini. Sebuah pemandangan yang berbanding terbalik dengan lingkungan dari negara saya berasal, Indonesia.

Singapore mendesain sedemikian rupa negara dan kotanya menjadi sebuah lingkungan yang ramah bagi semua kalangan, sehingga difabel dapat beraktivitas sama seperti masyarakat lainnya tanpa hambatan.

Ramp, hand rail, dan guiding block dapat dijumpai di sepanjang jalan. Area pemukiman dan pusat-pusat perbelanjaan pun dilengkapi dengan lift yang aksesibel bagi disabilitas dengan berbagai hambatan.

seperti toilet yang aksesibel, luas lift yang memudahkan mobilitas difabel pengguna kursi roda; guiding block menuju lift, plat braille di dalam lift dan informasi berupa audio bagi difabel netra; serta running text bagi difabel Tuli.

Demikian pula dengan berbagai ruang terbuka publik lainnya yang sangat aksesibel bagi difabel. Selain itu, difabel pun dapat mengakses sarana transportasi umum dengan aman dan nyaman.

MRT atau Kereta Listrik

Semua stasiun MRT atau kereta listrik didesain dengan fasilitas bebas hambatan seperti ramp, lift, dan toilet yang aksesibel. Setiap kereta memiliki dua gerbong yang dapat diakses difabel pengguna kursi roda dengan terpasang stiker petunjuk kursi roda pada pintu kereta.

Bagi difabel netra, terdapat plat braille dan informasi audio pada lift dan guiding block yang akan menuntun mereka dari pintu masuk hingga ke platform. Di ujung platform, petunjuk yang sama juga berfungsi sebagai tanda peringatan. Pada bagian atas di dalam kereta, terdapat petunjuk audio yang mengumumkan pergantian kereta di setiap halte stasiun.

Difabel Tuli pun dapat mengakses informasi mengenai waktu kedatangan dan tujuan dari kereta berikutnya melalui Rail Travel Information System (RATiS) yang terdapat pada platform. Selain itu, sistem informasi peta rute aktif STARiS yang terdapat pada bagian atas di dalam gerbong kereta akan menampilkan dan memberitahukan stasiun kedatangan. Serta lampu yang berkedip merah pun dipasang pada pintu kereta untuk memperingatkan penumpang sebelum pintu menutup.

BUS

Sebagian besar bus dirancang dengan akses bebas hambatan. Bus ini dilengkapi dengan automatic ramp dan hand rail yang terpasang di pintu masuk dan keluar. Pada bagian dalam bus terdapat ruang khusus bagi penumpang berkursi roda yang dilengkapi dengan sandaran.

Sedang, bel yang terletak di bagian atas bahu maupun sejajar dengan tempat duduk. Sehingga mudah dijangkau. Bagi difabel netra, sistem penuntun yang dapat diraba pun tersedia di persimpangan bus untuk mempermudah perjalanan. [Maya Aimee]

The subscriber's email address.