Lompat ke isi utama
situasi pelatihan android bagi difabel netra di Universitas Ma Chung

Antusias Masyarakat terhadap Pentingnya Pelatihan Aplikasi Android bagi Difabel Netra

Solider.id, Malang- Masyarakat Jawa Timur khususnya warga difabel netra antusias menyambut pelatihan aplikasi android yang diadakan oleh Adi Gunawan Institut dan Lingkar Sosial Indonesia (6/5) di Universitas Ma Chung, Malang. Acara yang terselenggara atas dukungan Universitas Ma Chung, Harmoni Cinta dan Agrowisata Petik Madu ini diikuti oleh 50 peserta difabel netra dari berbagai organisasi di Jawa Timur.

Pentingnya pelatihan ini diungkap oleh para peserta usai acara ketika mereka diminta memberikan evaluasi. Mereka berharap akan ada pelatihan angkatan berikutnya dan hubungan silaturahmi berkelanjutan antar alumni untuk bisa tetap sharing perkembangan teknologi. Antusias yang sama juga ditunjukkan oleh pihak penyelenggara dan para organisasi sponsor.

"Pelatihan ini sangat penting dan perlu ada tindak lanjut agar kita bisa terus update teknologi," tutur Suranto peserta asal Malang. Karyawan usaha Massage Nuansa Fajar ini juga menunjukkan beberapa aplikasi yang kurang optimal seperti aplikasi membaca buku cetak dan pendeteksi nilai mata uang. Ia berharap kedepan teknologi akan semakin akses.

Sementara itu, peserta lainnya Sutaji dari Magetan dan Retno dari Tulungagung mengungkap hal senada. Mereka ingin ada pelatihan-pelatihan selanjutnya. Sutaji menambahkan bahwa teknologi penting namun tak boleh bergantung penuh karena bisa jadi mengalami keterbatasan sistem. Ia menyarankan agar difabel netra lebih menguasai orientasi mobilitas.

"Saya sangat senang dengan adanya pelatihan ini, ilmu pengetahuan bertambah dan wawasan berkembang," ungkapnya.

Penyelenggara acara menandai minat masyarakat melalui banyaknya warga yang mendafar. Tak hanya dari kalangan difabel netra juga warga dari ragam difabilitas lainnya, bahkan dari non difabel pun ikut menyatakan ingin mengikuti pelatihan dengan alasan agar bisa berbagi ilmu dengan lain.

"Tak sampai 10 jam informasi pendaftaran kami buka, kuota 50 orang peserta sudah penuh," ungkap Pembina Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas. Ia juga mengatakan minat pihak-pihak pendukung juga menunjukkan bagaimana warga Malang memiliki kesadaran inklusi yang cukup baik.

Selain dari berbagai kota di Jawa Timur peserta juga dari berbagai anggota organisasi diantaranya Persatuan Tunanetra Indonesia, Persatuan Pemijat Tunanetra , Forum Mahasiswa Peduli Inklusif Brawijaya, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang, Yayasan Bakti Luhur, PLSD Universitas Brawijaya, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia dan SLB-SLB.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Adi Gunawan Institut, Adi Gunawan menyatakan akan terus menindaklanjuti pelatihan ini. Menurutnya teknologi adalah salah satu solusi terbaik yang mampu mengatasi hambatan aksesibilitas difabel saat ini.

"Penguasaan orientasi mobilitas secara manual juga tak kalah penting, seperti penggunaan tongkat, braille dan public speaking  (kemampuan berbicara di depan umum) serta keterampilan ekonomis adalah modal penting bagi difabel netra untuk dapat hidup mandiri dan setara," ujar pria low vision ini mengingatkan.

Kepala Prodi Teknik Informatika Universitas Ma Cung, Oesman Hendra Kelana menambahkan, pihaknya siap bekerjasama lebih lanjut. Belajar dari pengalaman angkatan pertama ini kampus akan berupaya memberikan layanan yang lebih baik sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

"Tak hanya soal pelatihan android saja, tapi juga hal lainnya, difabel bisa terlibat dalam event musik misalnya yang kami adakan setiap tahun untuk membuka pendaftaran mahasiswa baru," ujar Oesman antusias.

Semangat lainnya dinyatakan oleh Sisca anggota Harmoni Cinta. Siap mendukung Lingkar Sosial untuk kegiatan berikutnya, tandasnya.

Tak ketinggalan artis jebolan X Factor RCTI pun menyatakan dukungan. Disela kesibukanya penyanyi dengan hambatan penglihatan ini menyempatkan mengisi dua lagu pada sesi pembukaan pelatihan, berjudul Separuh Nafas dan Tua- tua Keladi.

"Bersyukur senang bisa gabung dalam acara yang bermanfaat ini, kabari Joe ya jika acara lagi, boleh juga kita buat konser untuk kampanye difabilitas," cetusnya. (Ken)

The subscriber's email address.