Lompat ke isi utama
Beberapa orang sednag berkumpul di salah satu meja membahas tentang pemilu akses

KPUD Banyumas Upayakan Pemilu Akses bagi Pemilih Difabel

Solider.id, Banyumas- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Banyumas mengadakan Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018 dan Simulasi Pemilihan Bagi Para Difabel pada tahapan kedua di Warung Cablak Purwokerto.

Sosialisasi tersebut bagian dari upaya mengimplementasikan Pemilu Akses, sebagaimana tertuang dalam PKPU No. 08 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).

“Pada tahapan sebelumnya ada sosialisasi yang telah dilaksanakan pada bulan Maret kepada berbagai segmen, termasuk segmen agama dan juga warga di pelosok desa,” jelas Ikhda Aniroh, divisi teknis KPUD Banyumas (3/5).

Kegiatan ini dihadiri 54 peserta difabel, Ikhda menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya dan berkomitmen untuk memberikan layanan pemilu yang akses bagi difabel. Sebagaimana amanat PKPU No. 08 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara di Pilkada.

Difabel mempunyai hak untuk dipilih ataupun memilih.

Senada seperti yang disampaikan di atas dalam hal pemilu yang aksesibel bagi difabel. Rita Marningsih (35) ketua Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia Kabupaten Banyumas (Gerkamas) menyampaikan, pihaknya merasa beruntung ada layar proyektor, ada brosur tertulis dan ada juru bahasa isyarat. “Karena Tuli butuh informasi dari juru bahasa isyarat. Ini baru pertama kali acara di Purwokerto ada juru bahasa isyarat,” tuturnya.

Acara yang dihadiri perwakilan organisasi difabel netra dan daksa, pihak KPUD Banyumas mengajak peserta untuk turut aktif menyampaikan kebutuhannya kepada petugas KPPS. Agar KPPS dapat memahami dan menyediakan akses dengan mudah. Seperti menyediakan bilik suara yang cukup luas agar pengguna kursi roda dapat memberikan hak pilihnya tanpa mengalami hambatan.

"Kepada saudara kita yang sakit dan tidak dapat keluar dari rumah, dua orang petugas KPPS siap mendatangi rumah mereka agar mereka tetap bisa mencoblos. Bapak ibu yang memerlukan dampingan saat mencoblos di TPS, juga bisa kami dampingi dengan tetap terjaga kerahasiaan pilihan bapak dan ibu,” kata Ikhda. [Ramadhany Rahmi]

The subscriber's email address.