Lompat ke isi utama
suratim, salah satu pebisnis online difabel

Internet Marketer, Salah Satu Bisnis Aksesibel bagi Netra

Solider.id, Makassar – Internet kini telah berkembang menjadi dunia baru bagi manusia. Mulai dikembangkan pada tahun 1969 oleh US Department Of Defense (Departemen Pertahanan Amerika), internet kini telah terkait dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Aktifitas umum seperti saling bertegur sapa, mampu difasilitasi oleh internet. Bagi orang-orang kreatif, internet tak hanya sekadar tempat berinteraksi, tapi juga mampu dimanfaatkan sebagai ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Internet marketing, pola bisnis yang mulai marak dilakoni oleh para pebisnis di jagad maya. Memanfaatkan internet sebagai pasar, memberikan sistem kerja fleksibel dengan iming-iming penghasilan yang cukup menjanjikan. Peluang ini tentunya terbuka bagi seluruh kalangan termasuk bagi difabel netra. Suratim, contoh nyata difabel netra yang telah terjun di dunia internet marketing sejak tahun 2009. Ketertarikan dengan dunia teknologi dan semangat menciptakan peluang kerja, memotifasinya menjadi pebisnis online. “Sebenarnya bukan tertarik, tapi dasarnya saya memang senang dengan dunia teknologi, tahun 92 itu mulai kenal dengan komputer bicara. Sekitar tahun 2009 mulai mencoba belajar tentang internet marketing, karena memang sebelumnya sudah punya bisnis offline. Tapi kalau ditanya alasan utamanya, saya ingin menciptakan peluang kerja yang memang masih sedikit sulit khususnya untuk difabel netra.” Papar Suratim pada 25/04. Sama halnya dengan jenis bisnis pada umumnya, internet marketing hadir dengan berbagai pilihan model usaha. Berbagai pilihan barang dan jasa, dapat dengan mudah kita temui pada berbagai platform internet. Sosial media yang biasanya digunakan untuk berkirim kabar, tak jarang kita temui memajang iklan yang mempromosikan produk jualan. “Sebagai seorang internet marketer, Suratim tak hanya fokus pada barang atau jasa yang berhubungan dengan difabel. “Selain fokus di bisnis teknologi untuk difabel netra, saya juga ikut dropship, market place dan google adsense. Produk-produknya juga macam-macam, selain tongkat netra dan software-software aksesibilitas tentunya, saya juga menjual pakaian seperti busana-busana muslim. Untuk produknya ada yang ambil dari produsen lokal, ada pula yang import.” Jelas pemilik web Braille Adaptive tersebut. Sifatnya yang tak terbatasi oleh ruang dan waktu, membuat pola bisnis ini patut dicoba oleh difabel netra. Dengan bermodalkan sosial media, blog atau web pribadi, bisnis ini telah dapat dijalankan. Hadirnya market place dengan ciri khas masing-masing, menjadi wadah bagi para pebisnis yang tak ingin direpotkan dengan persolan media promosi. Ada emppat jenis bisnis internet marketing yang patut dicoba oleh para difabel netra, yaitu afiliasi, reseller/dropship, penayang iklan dan menjual produk sendiri. Afiliasi merupakan jenis usaha mempromosikan barang. Keuntungan dari bisnis ini akan diperoleh ketika kita berhasil menjual produk yang dipromosikan. Sistem kerja ini lebih banyak memanfaatkan sosial media sebagai media promosi. Nominal rupiah yang dapat diperoleh dari bisnis ini juga cukup beragam, tergantung kesepakatan dengan pihak pemilik produk. Reseller/dropship memiliki kesamaan dengan sistem afiliasi. Sistem ini juga menuntut strategi promosi produk. Perbedaannya terletak pada penentuan besaran keuntungan yang ingin diperoleh. Pada sistem afiliasi, keuntungan disepakati bersama dengan produsen, sedangkan reseller/dropship tergantung seberapa besar selisih harga yang ditetapkan dari harga modal. Keuntungan lain, kita tak lagi direpotkan dengan persoalan barang. Tugas kita hanya promosi produk, sedangkan penyediaan dan pengiriman barang adalah urusan produsen. Barang yang dikirimkan kepada konsumen juga tetap atas nama kita sebagai orang yang mempromosikan barang. Penayang iklan merupakan pola bisnis yang sering diterapkan para pemilik blog atau web. Dengan menampilkan iklan pada blog, web atau media publikasi kita, penayang iklan akan membayar sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran biasanya dihitung berdasarkan klik atau waktu penayangan iklan. Youtube menjadi salah satu flatform yang mengadopsi pola ini. Menjual produk sendiri merupakan pola bisnis yang paling kompleks. Selain memproduksi, strategi promosi juga memegang peranan penting. Memanfaatkan sosial media dan situs-situs jual beli online menjadi langkah meminimalisir pengluaran untuk membayar jasa pengiklan. Jenis produk yang ditawarkan dapat berupa jasa dan barang. Keaslian dan keunikan yang menjadi ciri khas produk, menjadi nilai jual tersendiri yang dapat meningkatkan keuntungan. Kemandirian dalam mengelola bisnis internet marketing bagi difabel netra tidak terlalu terkendala. Sebagai difabel netra, Suratim mampu mengelola bisnisnya secara mandiri. “Hampir semuanya saya urus sendiri. Mulai dari membuat web sampai pembuatan konten untuk promosi.” Tukasnya. Lebih lanjut Suratim menjelaskan “Kendala sebenarnya hampir tidak ada, terkecuali mengenai gambar dan tata letak, untuk hal itu saya butuh bantuan dari orang awas agar tampilannya lebih sedap dipandang. Hal lain yang perlu diperhatikan tentang dokumen produk khususnya yang import.” Jelas pria kelahiran Jakarta tersebut. Aksesibilitas difabel netra dalam bersaing di percaturan bisnis online didukung dengan perkembangan zaman. Membuat dan membangun media online terbantu dengan software pembaca layar, kesulitan dengan produk teratasi dengan pilihan afiliasi atau dropship, dan persoalan pengantaran barang terjawab dengan hadirnya layanan kurir berbasis online. Menggeluti dunia internet marketing tentu mengalami pasang surut. “Karena yang saya geluti tidak Cuma satu, kalau mau diambil kisarannya sekitar lima juta dapatlah untuk tiap bulan. Tapi namanya jualan, apapun medianya judulnya tetap jualan, kadang naik kadang turun. Untuk omset terendah, saya pernah Cuma cukup buat nutupin kebutuhan bulanan, bahkan pernah juga harus ngalah buat bayar admin. Untuk omset tertinggi juga pernah sampai diatas 400 juta.” Ungkap Suratim sambil tersenyum. “Memperbaiki dan memperluas relasi menjadi modal untuk terjun di bisnis online, jangan membatasi diri pada komunitas tertentu, dengan begitu promosi dapat dengan mudah dilakukan, informasi mengenai produk yang akan dijual, prospeknya, pengadaannya tentu akan mudah diperoleh. Mau jadi pebisnis online harus eksis. Karena media yang digunakan bersifat global, kita harus eksis supaya kita dikenal dan produk kita juga terjual.” Tutur pria 47 tahun tersebut. Bisnis online menjadi alternatif pilihan usaha yang menjanjikan. Ketekunan, kreatifitas, dan kepercayaan harus dibangun dan dijaga secara konsisten. Tekun untuk terus belajar, pantang menyerah menghadapi segala kemungkinan baik dan buruk, kreatif menghadirkan terobosan produk dan strategi promosi, menjaga kepercayaan konsumen, produsen dan relasi. (Syarif Sulaeman)

The subscriber's email address.