Lompat ke isi utama
Anggota FKDG sedang berfoto bersama usai melaksanakan kegiatan

Peran Penting FKDG di Kecamatan Nglipar

Solider.id, Gunungkidul- Menyambut Hari Jadi Gunungkidul pada Mei mendatang, Kecamatan Nglipar melibatkan organisasi difabel pada pameran produk usaha ekonomi produktif (UEP).

Melalui kegiatan ini, Camat Nglipar, Witanto mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap kemampuan difabel. Pameran digelar di halaman kantor Kecamatan Nglipar, Jalan Wonosari, Nglipar (19/04).

Witanto merasa bangga dengan adanya Forum Komunikasi Disabilitas Gunungkidul (FKDG) kecamatan Nglipar. Ia mengakui bahwa FKGD memiliki peran besar dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap kemampuan difabel.

“(Karena FKGD), saat ini pemerintah sedang mulai melibatkan difabel dari awal perencanaan di tingkat desa sampai tingkat kecamatan. Sehingga mereka bisa tampil dalam forum musrenbang,” jelas Witanto.

Witanto menyampaikan sedikit penyesalan bila selama ini dalam pandangan masyarakatnya, difabel masih dianggap terpinggir karena tidak memiliki akses atau fasilitas apapun untuk turut berperan dalam kegiatan desa.

Namun dengan munculnya FKDG di tingkat kecamatan hingga tingkat desa, Witanto mulai lega dan menaruh harapan. Baginya, peran penting FKDG menjadi wadah yang dapat memfasilitasi difabel untuk berkegiatan.

Menurut pengamatan Witanto, selain persoalan cara pandang, FKGD juga telah berperan dalam menumbuhkan sikap percaya diri warga difabel. FKGD memberikan dukungan dan bimbingan agar dapat mendayagunakan hambatan menjadi potensi. Sehingga, fasilitas yang diberikan pemerintah juga turut bermanfaat.

“Nah, melalui FKDG, mereka yang kemarin masih terpinggir sudah mulai mengambil peran di masyarakat. Apalagi mulai muncul tanggapan dari masyarakat bahwa peran difabel tidak kecil,” kata Witanto yang sudah menjabat sejak 2017 lalu. Dari sinilah menurut Witanto, bagaimana melibatkan warga difabel dalam pembangunan.

Ditemui di kantor Kecamatan Nglipar, Witanto juga menyampaikan alasan ketertarikannya untuk mengajak para difabel dalam kegiatan pameran. Ia melihat potensi difabel memiliki kemampuan di segala bidang kehidupan. Ia menyadari jika hamatan yang dihadapi warga difabel bukan dari individu, tapi dari lingkungan yang tidak memberikan akses kehidupan.

Begitupun sebaliknya, ia berharapa warga difabel sendiri harus mulai terbuka dan lebih percaya pada masyarakat. “Jangan sampai saat masyarakat ingin merangkul mereka, difabel justru sanksi dengan kepercayaan yang mulai diberikan masyarakat,” harapnya.

Harapan Witanto yang lain, FKGD menjadi dorongan dan semangat bagi warga difabel. Melibatkan bagian dari mereka untuk meningkatkan kerjasama dan saling percaya.

Witanto mengaku, tidak mudah bagi pemerintah untuk menumbuhkan semangat kepada difabel. Sehingga, baginya kehadiran FKDG sangat membantu kinerja pemerintah. Memberikan arahan serta saling percaya antara pemerintah dan masyarakat (Difabel).

“Sampaikan apa saja yang menjadi kebutuhan difabel agar bisa dipenuhi pemerintah. Sebagaimana yang kita tahu bahwa bila difabel sendiri tidak bergerak, maka pemerintah juga tidak mengerti fasilitas apa saja yang mereka butuhkan. Bila tidak ada usulan tentang apa yang dibutuhkan difabel lalu pemerintah ingin menyalurkan dana desa tanpa ada kepastian, tentu apa yang akan kita berikan tidak sesuai kebutuhan,” tutur Witanto mengakhiri obrolan.

Mujiyana, warga Dusun Kedungpoh, Kecamatan Nglipar mengaku pelibatan warga difabel dalam Musrenbangcam sudah bisa menjadi salah satu bukti. Selain itu tersedia fasilitas bagi pengguna kursi roda. Hal tersebut tidak terlepas dari peran FKDG.

Sebagai salah satu anggota FKDG, bagi Mujiyana

“Lalu bukti nyata untuk merubah cara pandang masyarakat antara lain dengan mengajak difabel dalam tiap program kegiatan yg diadakan di kecamatan. Meski untuk itu belum ada anggaran khusus bagi difabel,” tutur pria yang juga salah satu anggota FKDG. Ia berharap ke depan, pemerintah menyediakan akses mulai dari rumah sampai kecamatan atau pmerintah desa, karena hal itu menunjang partisipasi warga difabel. [Yanti]

The subscriber's email address.