Lompat ke isi utama
Aplikasi Google Talkback di smartphone.

Ajarkan Difabel Netra Melek Teknologi Android, Penting Libatkan Dunia Kampus

Solider.id, Malang- Guru braille dan IT, Adi Gunawan bekerjasama dengan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) pada bulan Mei nanti akan mengadakan pelatihan ponsel android bagi difabel netra. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan teknologi smartphone dan internet guna meniadakan hambatan mobilitas dan mendukung kegiatan sehari-hari.

"Dengan adanya teknologi ponsel pintar berbasis android saat ini memiliki manfaat yang positif, yaitu sebagai salah satu sarana penunjang aksesibilitas dan mobilitas para difabel netra sehari-hari," ungkap Adi Gunawan (7/4) lalu di kantornya.

Lanjutnya, dengan teknologi difabel netra tidak lagi mengalami kesulitan ataupun hambatan dalam menjalani aktifitas mereka, baik di dalam maupun di luar ruangan secara mandiri.

"Terdapat aplikasi pembaca layar yang bernama Google Talkback sehingga difabel netra dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan sebelumnya," ungkap Adi yang juga guru musik ini. Selain manfaat smartphone untuk menelepon, SMS, mencari berita atau artikel di internet serta media sosial.

Terangnya, difabel netra juga tidak perlu takut bepergian sendiri ke luar rumah, karena Google Talkback juga akses dengan aplikasi Google Map serta pendeteksi lokasi dan nama jalan.

Selain itu juga tengah dikembangkan aplikasi untuk mendeteksi foto atau gambar yang dapat diterjemahkan ke dalam teks yang dapat terbaca oleh Talkback, imbuh pria dengan low vision ini. Ada juga aplikasi yang dapat mendeteksi uang dan membaca buku cetak.

"Namun perlu kita tahu, di era gadget ini tak semua difabel netra menguasai teknologi android, bahkan ada juga yang tak mengenalnya," ungkap Anggota Lingkar Sosial ini prihatin. Untuk itulah kami terpanggil mengadakan pelatihan ini. Peserta tidak dipungut biaya, yang penting berniat untuk belajar, tandasnya.

Berharap ada keterlibatan kampus dan masyarakat luas.

"Pelatihan akan kami lakukan dalam tiga sesi," terang Adi. Sesi pertama untuk kategori android dasar bagi pemula. Sesi kedua untuk aplikasi pembaca buku, pendeteksi lingkungan sekitar, gambar, transportasi, Google Map, analisa jalan dan sebagainya. Kemudian sesi tiga, lanjut Adi adalah konsultasi dan tanya jawab.

Teknisnya adalah belajar kelompok, rinci Adi, dibuat beberapa kelompok yang masing-masing dikoordinasi oleh instruktur dari difabel netra yang sudah terlatih.

"Mei nanti akan kita laksanakan di Kota Malang, semoga ini awal yang baik untuk mengedukasi difabel netra," harap Adi. Hal ini juga merupakan pendidikan sosial bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan terpisah Pendiri Lingkar Sosial, Kertaning Tyas berharap dukungan semua pihak utamanya pihak kampus juga masyarakat luas.

"Ada banyak kampus di Malang, harapannya ada yang terlibat aktif atau mendukung dalam kegiatan ini," kata pria yang akrab dipanggil Ken Kerta ini. Dipaparkannya, kampus sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat.

Dari berbagai pengalaman kegiatan, ketika ada peran aktif kampus baik secara formal kelembagaan dan UKM maupun non formal dosen dan mahasiswa akan menjadi lebih baik, tutur Ken Kerta.

"Perguruan Tinggi adalah gudangnya ilmu yang didalamnya terdapat kewajiban pengabdian masyarakat," ungkap pria penggerak inklusi ini.

Kampus juga merupakan sumber energi muda, sumber daya potensial dan idealisme yang masih murni.

Bentuk keterlibatan yang dibuka sangat luas, jelasnya. Bisa dalam bentuk fasilitasi tempat, dukungan dana, maupun tenaga relawan pendamping selama pelatihan.

"Prinsipnya adalah belajar dan bersosial, karena selama ini banyak orang yang peduli namun tidak melakukan apapun dengan alasan tidak punya pengetahuan tentang difabilitas," ungkap Kerta.

Kepedulian terhadap persoalan aksesibilitas harus terus ditingkatkan. Sejak 2014 terdapat sekira 12 kegiatan penelitian di Linksos dari berbagai perguruan tinggi, ungkapnya baru satu penelitian khusus difabel netra.

"Inilah kesempatan yang baik untuk berkegiatan bersama Lingkar Sosial, terkait upaya pemberdayaan masyarakat memang harus sinergi dengan dunia pendidikan," tandas pria kelahiran Magetan ini.

Mari bergabung, untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi layanan Linksos di whatsapp 085764639993, pungkasnya (Ken).

The subscriber's email address.