Lompat ke isi utama
Beberapa orang sedang menanam bibit pohon di acara hut Tagana ke 14

Difagana Suarakan Aksesibilitas di HUT Tagana

Solider.id, Gunungkidul- Organisasi Difagana memberikan saran dan masukan terkait aksesibilitas di perayaan hari jadi Tagana ke 14. Jumadi, anggota Difagana yang turut hadir, menyayangkan kondisi tempat yang belum bisa diakses untuk pengguna kursi roda, seperti dirinya. Kondisi jalanan yang masih berupa krakal batu dan tanah bergelombang, sulit bagi dirinya berjalan atau mendorong kursi roda tanpa bantuan.

“Semoga pemerintah desa bisa membantu dengan membuatkan akses bagi difabel. Sehingga desa wisata yang berpotensi untuk aneka macam kegiatan ini bisa mudah dipilih siapapun untuk menjadi pilihan wisata,” pungkas pria asal kecamatan Gedangsari (01/03).

Jumadi memberi saran kepada panitia penyelenggara agar kedepan terlebih dahulu melakukan survei ke tempat yang akan dijadikan lokasi kegiatan. “Atau kalau tidak sebaiknya pilih untuk mengadakan even di tempat yang akses bagi teman-teman difabel,” sarannya.

Mardi, ketua panitia sekaligus koordinator Tagana Kabupaten Gunungkidul menanggapi saran dari Difagana. Menurutnya, pelibatan Difagana dalam acara tersebut memberikan pemahaman baru bagi masyarakat. Terutama bagaimana dalam menciptakan lingkungan yang akses bagi semua.

“Bisa memberikan kegiatan positif bagi difabel, kehadiran teman-teman Difagana bisa menjadi motivasi bagi warga yang datang agar masyarakat tahu dalam kegiatan sosial ternyata difabel bisa membantu,” tutur Mardi.

Selain itu menurutnya, bila selama ini pemahaman masyarakat hanya tahu difabel identik dengan dibantu, maka dalam kegiatan ini justru kebalikannya. “Difabel adalah pelaku yang bisa membantu,” tambahnya.

Perayaan Hut Tagana mengangkat isu tentang lingkungan dalam tema Meningkatkan Karya Nyata Bagi Negeri. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 warga ikut memeriahkan di Desa Wisata Klayar, Nglipar, dengan aneka kegiatan yang bersifat bakti sosial kemasyarakatan.

Bakti sosial diadakan penghijauan dengan menyediakan 5000 bibit pohon, senam bersama, donor darah dan lain sebagainya. Bakti sosial dilakukan secara serempak, setelah acara dibuka Setda Gunungkidul, Drajat Ruswandono.

Desa Wisata Klayar dipilih sebagai tempat pelaksanaan, karena desa tersebut menjadi salah satu desa terdampak banjir pada akhir November 2017 lalu. Meski melalui upaya penghijauan sebagai salah satu cara upaya pemulihan. Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan tindak lanjut pembenahan infrastruktur di desa Klayar agar akses bagi difabel.

“Pasca bencana pembenahan infrasturktur jalan memang belum ada perbaikan. Karenanya dengan even pelaksanaan hari jadi Tagana diharap bisa membantu warga masyarakat Nglipar untuk bisa memperbaiki sarana yang sudah dimiliki,” tutupnya. [Yanti]

The subscriber's email address.