Lompat ke isi utama
suasana sosialisaasi pasar modal bagi difabel

Sosialisasi dan Edukasi Investasi Pasar Modal bagi Difabel

Description: C:\Users\User\Downloads\DIFAPERSADA.jpgSolider.id.Yogyakarta. Komunitas Difabel Investor Pasar Modal (DIFAPERSADA) Solo, bekerja sama dengan PT MNC Securities dan Bursa Efek Indonesia (BEI), melakukan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal, kepada komunitas difabel di Yogyakarta.

Mengusung tema, “Mempersiapkan Masa Depan yang Mandiri dan Membangun Indonesia Melalui Investasi di Pasar Modal,” kegiatan dilaksanakan di Kantor Taman Makam Pahlawan, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Sabtu (31/3/2018).

Eksecutive Trainer MNC Securities, Agnes, mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman akan pentingnya peranan dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal Indonesia oleh komunitas atau masyarakat difabel.
Dengan populasi yang cukup besar, sekitar 10% dari penduduk Indonesia, atau 24 juta penduduk difabel yang cukup berpotensi namun belum digarap," kata Agnes kepada Solider, Rabu (28/3).

Sosialisasi dan edukasi Pasar Modal tersebut, diikuti oleh sekitar 30 orang peserta dari komunitas difabel netra, tuli,dan daksa di Yogyakarta. Menurut Agnes, kegiatan ini akan membuka jalan lebih besar bagi komunitas difabel mengenal pasar modal dan mau berinvestasi di bursa saham.
"Investasi itu mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, modalnya tidak perlu besar, bahkan dimulai dari Rp100 ribu, karena prinsipnya investasi dimulai dari yang kecil," paparnya.
Literasi inklusi keuangan

Lebih lanjut Agnes menjelaskan tentang inflasi. Inflasi dapat didefinisikan sebagai kenaikan harga-harga secara umum dan terus menerus sehingga nilai uang terus menurun. “Untuk itu agar tidak dikalahkan oleh inflasi, maka kita semua harus mulai menabung saham. Menabung saham merupakan cara cerdas mengelola keuangan,” himbaunya.

Sementara narasumber dari BEI, Diah menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi kaum difabel ini sejalan dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada para penyandang difabilitas.
Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan sosialisasi akan mudahnya berinvestasi di pasar modal. Dengan demikian anggota komunitas difabel tersebut mau membuka rekening dan menabung saham.

Mudah dan aman

Adapun koordinator penyelenggara, Toviayani menjelaskan bahwa memberikan pengetahuan kepada komunitas difabel mengenai seluk beluk investasi pasar modal, menumbuhkan kesadaran pentingnya berinvestasi saham, menjadi tujuan penyelenggaraan kegiatan. Investasi melalui jual beli saham dapat dilakukan oleh siapapun, tidak terkecuali komunitas difabel, kata dia.

“Investasi jual beli saham dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, di manapun, dan tidak terikat waktu. Dengan demikian investasi yang satu ini, merupakan kesempatan yang baik bagi difabel,” ujarnya.

Selama ini banyak orang yang mengira, bahwa investasi di pasar modal hanya dapat dilakukan oleh para milyarder. Hal itu, juga sempat menjadi pemikiran saya, ujar Tovi. “Namun, ternyata kita dapat berinvestasi hanya dengan 100 ribu rupiah saja per bulan,” jelasnya.

Sebuah prinsip bagi Tovi, “Hidup berawal dari hal yang kecil dengan kesungguhan yang besar,” pungkasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan terkait investasi di pasar modal, kemudahan bertransaksi, dan keuntungan, salah seorang peserta, Suprihatin tetap saja mengatakan akan berpikir ulang untuk ikut menginvestasikan uangnya dalam bentuk membeli saham. [harta nining wijaya].

The subscriber's email address.