Lompat ke isi utama
Hari Down Syndrome Sedunia 2018

Memetik Makna dibalik Hari Down Syndrome Sedunia

Solider.id, Bandung – Perwakilan tim pendidik serta siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Barat, sejak pukul 6 pagi tadi telah memadati area lapangan parkir barat Gedung Sate Bandung, Minggu (25/3).

Menurut yang diinformasikan, pihak penyelenggara mengusung serangkaian acara dalam peringatan Hari Down Syndrome Sedunia 2018.

“Diawali dengan gelaran jalan sehat inklusi pukul 6 pagi, konsultasi gizi, periksa mata, gelaran seni, hinggan talk show dengan tema kesehatan dan pendidikan inklusi,” informasi tertulis dari pihak panitia.

Dalam kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama jajaran dinas terkait diantaranya: Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) kota Bandung turut serta memberikan dukungan penuh gelaran Hari Down Syndrome Sedunia.

Dra Irene Maulidaningsih, guru SLB N Cileunyi Kabupaten Bandung menuturkan, “Makna Hari Down Syndrome Sedunia kali ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para orang tua yang memiliki anak difabel Down Syndrome, untuk menyekolahkan anaknya.”

Sebagai tenaga pengajar yang mendedikasikan dirinya di dunia pendidikan sejak tahun 1993 hingga saat ini, Irene menegaskan kepada masyarakat luas yang memiliki anggota keluarganya difabel Down Syndrome untuk tetap bersekolah.

Menurutnya, memberikan pendidikan kepada putra-putrinya yang Down Syndrome bukan hanya sekedar kewajiban sebagai orang tua semata.

“Ada hak dari anak-anak Down Syndrome untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan layak,” tuturnya.

Irene juga memberikan contoh tempat belajar alternatif yang dapat dipilih oleh para tua yang memiliki anak Down Syndrome.

“Anak  Down Syndrome dapat belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB), di Sekolah Inklusi atau di Sekolah Alam.”

Selain pentingnya bersekolah, Irene juga mengajak agar orang tua dari anak Down Syndrome untuk aktif berkomunitas.

“Banyak komunitas difabel yang didirikan. Begitu pula komunitas untuk Down Syndrome. Dalam komunitas akan semakin terbuka lebar wawasan, informasi yang akan didapatkan. Seperti sharing dan berbagi pengalaman dalam menangani anak Down Syndrome.” Pungkas Irene.

PBB menetapkan, setiap 21 Maret sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. (Srikandi Syamsi)

The subscriber's email address.