Lompat ke isi utama
Celeb beresama sang ibu ketika di temui solider

Caleb Vincenzo, Menyadari Sedari Dini Peluang dan Kemungkinan

Solider.id.Yogyakarta. “I more happy cause of this! I more exited! I more more more everything! Just know I have great and an amazing wheelchair!” Luapan kebahagiaan tersebut disampaikan oleh Caleb Vincenzo (13), remaja dengan Cerebral Palsy  saat menerima kursi roda (sport wheelchair) dari Ohana, Jumat (23/2/2018).

Berbahasa Inggris dengan fasih Caleb menjawab pertanyaan Solider terkait perasaannya, sambil menunjuk sport wheelchair yang baru saja diterimanya. Ungkapan kebahagiaan yang besar terpancar dari senyumnya dan ungkapannya. Caleb juga fasih bercakap-cakap dengan para mechanical support sistem Ohana yang datang dari Amerika Serikat,  bernama Christian Bailley.  

Sedari dini ia menyadari peluang dan kemungkinan yang akan membawanya mandiri. Menguasai bahasa Inggris menjadi pilihan Caleb. Menurut sang ibu, pilihan menguasai Bahasa Inggris itu bukan tanpa alasan. Caleb Vincenzo menyadari betul peluang dan kemungkinan bagi dirinya mandiri hanyalah dengan kemampuan berbahasa dan otaknya. Dia sadar tidak mungkin dapat mengandalkan fisiknya.

“Caleb harus mandiri pada saatnya nanti. Peluang mandiri untuk Caleb sangat kecil jika mengandalkan fisik. Untuk itu, menguasai bahasa Inggris sedari dini menjadi pilihan kami, di mana Caleb pun menikmati belajar berbahasa Inggris.”  Verawati Susanti, ibu dari Caleb mengutarakan pada Solider (23/2).

Lanjutnya, “Caleb  sendiri menyadari bahwa dia tidak bisa mengandalkan kemampuan fisiknya, melainkan kemampuan lain untuk kemandiriannya. Kemampuan Berbahasa Inggris baik dan benar itulah peluang dan kemungkinan bagi Caleb hidup mandiri,” tutur Vera.

Dukungan sang ibu

Caleb yang fasih berbahasa Inggris, tidak terlepas dari dukungan sang ibu, Verawati Susanti. Caleb berlatih bahasa Inggris sejak dia duduk di kelas satu sekolah dasar. Berawal dengan dibacakan cerita oleh sang mama, selanjutnya Caleb memiliki hobi menonton film berbahasa Inggris, mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris, membaca buku-buku cerita dalam bahas Inggris, sehingga pada kahirnya Caleb menguasai dengan baik bahasa Inggris.

Saat ini Caleb tercatat sebagai siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) Yahya, Bandung-Jawa Barat. Sebuah sekolah umum, yang sangat terbuka dan mendukung bagi Calep belajar di dalamnya. Datang ke Jogja pada Rabu (21/2) untuk melakukan assesment, pemeriksaan, seating cleanic, dalam rangka memperoleh bantuan kursi roda dari Ohana yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kepada Solider Vera ibu Caleb bercerita bahwa ketika duduk di kelas tiga, Caleb sudah mampu menghafal nama-nama berbagai jenis dinosaurus berikut bahasa latinnya. Caleb kecil memiliki kegemaran membaca berbagai macam buku ensiklopedia, buku cerita, dan berbagai buku lainnya.

Caleb kecil sadar betul, hanya dengan membaca dirinya akan menguasai berbagai bidang ilmu. “Dengan bekal pengetahuanlah, peluang bagi Caleb mendiri,” tutur sang ibu.

Perjuangan itu dimulai

Caleb tinggal di Jalan Adipati Ukut, Bandung, Jawa Barat. Dilahirkan pada 12 Mei 2004, dalam usia kandungan yang baru 27 minggu atau 5 bulan. Saat itulah perjuangan Caleb kecil dimulai. Dia terlahir sebagai bayi prematur. Prematur usia dalam kandungan, juga prematur berat badan. Terlahir dengan berat 950 gram. membuat Caleb harus berjuang dalam sebuah inkubator.

Caleb tidak tumbuh sebagai mana bayi pada umumnya. Tulang kakinya pipih, dan lemah. Hingga berusia 13 tahun wheelchair menjadi alat mobilitas ke manapun Caleb pergi bersama ibunya. Terapi menjadi bagian dari perjuangan Calep kecil hingga saat ini.

Saat usianya 9 tahun, Caleb mengalami kecelakaan dan kaki kirinya patah. Ketika itu Calep mengajukan pertanyaan kepada sang ibu, “Mengapa Tuhan tidak adil? Mengapa Tuhan akan mengambil kakiku?”

Jawaban bijak sang ibu bak mukjizat, yang saat itu pula menguatkan Celeb. “Tuhan bukan tidak adil Caleb. Melainkan sedang mengajarkan bagaimana Celeb harus menjadi anak yang kuat,” sepenggal jawaban sang ibu yang seketika itu menguatkan Caleb.

Kecerdasannya dengan cepat mendorong Caleb menyadari kebesaran Tuhan, menyadari cara Tuhan mengasihi dirinya. Perjuangan demi perjuangan dimaknainya sebagai cara Tuhan mengasihinya. Menyadarkan betapa bernilainya cinta kasih sang mama.

Hingga saat ini, Caleb dan sang ibu saling menjadi kekuatan satu sama lain. Caleb pun mampu menjadi teman berdiskusi mamanya.

Di akhir perbincangan dengan Solider, sekali lagi Celeb mengungkapkan rasa bahagianya. Ia juga mengatakan akan menunjukkan pada teman-teman dan gurunya di sekolah, bagaimana dia mampu bergerak lebih aktif dengan wheelchair sport barunya.

“Terimakasih Ohana, saya bahagia sekali! Saya akan tunjukkan wheelchair baru saya. Teman-teman dan guru akan tahu bagaimana saya mampu bergerak aktif. Sampai jumpa,” Salam dari Celeb disertai senyum lebar dirinya dan sang mama. [harta nining wijaya].

The subscriber's email address.