Lompat ke isi utama
Sosialisasi dari Badan ekonomi Kreatif yang mempresentasikan program Coding Mum

Pasar Kolla: Ruang Bagi Pengusaha Difabel

Solider.id, Jakarta- Kollaborasi mengadakan pasar Kolla untuk mengenalkan produk kreatif yang diproduksi pengusaha difabel di Jakarta selatan (2/2). Di pasar tersebut disediakan lima stan yang diisi difabel yang bergelut di bidang enterpreneu dan 15 stan ditempati non-difabel.

Intan, seorang difabel pengusaha kecil mempromosikan jualan ayam yang dinamai Pop Cheese Chicken. Dia berhasil mencapai hasil terlaris hingga menarik perhatian dan minat tinggi pengunjung. Isi produknya yakni menjual ayam yang dipadu dengan campuran tepung dan telur, dimasukkan dalam satu bok dengan dihiasi taburan keju.

Anna, salah satu pengunjung pasar Kolla memberikan testimoni usai mencicipi Pop Cheese Chicken. “Saya menyukai rasa ayam serta keju yang membuat anak saya ketagihan sampai bisa habis,” tuturnya.

Selain Intan, ada juga Jannah dan Dhewi, dua sekawan tuli yang bekerjasama untuk membuka usaha meski berbeda produksi dalam satu stan. Mereka mengaku pertama kali terjun di lapangan untuk menjajakan produknya. Jannah menjual hasil jahitan yang dibuat sendiri.

“Saya belajar di sekolah SMP sampai SMK mendalami keterampilan menjahit. Namun saya tidak mengikuti kursus, maka saya belajar secara otodidak dengan bekal keterampilan sekolah dan ide sendiri datang,” kisah Jannah, ibu dari dua anak yang terlahir dengar. Alasan ia membuka bisnis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Poopy Savitri, direktur Pengembangan Edukasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng Kollaborasi memberikan kesmepatan bagi pengusaha difabel. Selain pasar Kolla, Poopy juga membuat wadah untuk membantu meratakan kemampuan difabel melalui karya coding.

“Program coding mum reguler sudah dilaksanakan pada 14 kota di Indonesia. Seperti Malang, Bandung dan berbagai kota, serta luar negeri yaitu malaysia dan singapura,” terang Poopy.

Program ini berbentuk pelatihan bahasa pemrograman komputer dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama tenaga kerja wanita.

Pada tahun ini, Bekraf juga membuka kelas untuk pertama kali ditujukan bagi peserta difabel. Poopy berharap program tersebut mampu menjadi pemicu bagi difabel untuk berkarya. [Dina Amalia Fahima]

The subscriber's email address.