Lompat ke isi utama
Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. Sutedjo, resmikan Rumah Terapi B & B, Sabtu (3/2/2018).

Rumah Terapi B & B, Harapan Baru Anak Dengan CP Kulon Progo

Solider.id, Kulon Progo -  Kebutuhan akan terapi rutin bagi anak dengan Cerebral Palsy (CP)  menjadi  perhatian serius bagi Komunitas Bersyukur dan Berbagi (B & B). Kepedulian tersebut diwujudkan dengan membuka Rumah Terapi B & B  di wilayah Nanggulan Kabupaten Kulon Progo dan sekitarnya.

Sabtu (3/2/2018), Rumah Terapi B & B beralamat di Janti Kidul RT 23/66, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, diresmikan oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. Sutedjo. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Komisi C DPRD DIY, Bapel Jamkesos DIY, RS Nyi Ageng Serang Kulon Progo, camat Nanggulan, kepala desa, organisasi difabel, dan perwakilan keluarga dengan anak CP.

Kepada Solider, Sutedjo mengapresiasi berdirinya rumah terapi tersebut. Bagi dia, pembukaan Rumah Terapi B & B ini menjadi gambaran nyata bahwa rasa gotong royong masih dijaga pada masayarakatnya. Semoga rumah terapi ini menjadi jawaban anak-anak CP dan keluarganya mendapatkan berbagai layanan terapi sebagaimana kebutuhan.

“Semoga dengan berdirinya rumah terapi yang diinisiasi oleh Komunitas B & B ini dapat menjawab kebutuhan anak dengan CP di Wilayah Nanggulan, khususnya dari keluarga yang kurang mampu”, ujar Tejo, sapaan Wabub Kulon Progo itu.

Adapun Jazil Ambar, Camat Nanggulan selain mengapresiasi berdirinya rumah terapi di wilayahnya, dia juga menyampaikan harapan. “Bangga tentu saja dengan adanya komunitas yang mampu menginisiasi berdirinya sebuah tempat terapi. Semoga rumah terapi ini dapat menjawab kebutuhan terapi bagi anak CP dari keluarga di Wilayah Nanggulan dan sekitarnya. Selain itu pengetahuan orang tua terkait kebutuhan anak CP juga diharapkan semakin bertambah.” ungkapnya.

Pengurus Rumah Terapi B & B, Cisilia Nenita menerangkan bahwa rumah terapi ini dapat berdiri atas bantuan dari para donatur. Saat ini Rumah Terapi B & B memiliki dana sebanyak 27 jutaan, yang kesemuanya dialokasikan untuk biaya terapi dalam kurun waktu enam bulan.

Dia berharap, rumah terapi ini akan dapat berjalan terus, tidak hanya enam bulan, kata dia. “Sehingga anak CP dari keluarga kurang mampu pada khususnya mendapatkan terapi dengan biaya sangat murah yaitu lima ribu rupiah per terapi, pelayanan dan kualitas rumah sakit, dekat dengan tempat tinggal, dan mudah mengaksesnya.” Tuturnya pada Solider (3/2).

Nenita juga menyampaikan bahwa untuk tahap awal, sebanyak 30 anak CP akan mendapatkan layanan terapi rutin pada awal program. Adapun bagi orangtua akan mendapatkan pengetahuan bagaimana melakukan terapi mandiri. Dengan demikian, diharapkan setelah program yang dijadwalkan anak-anak dengan CP akan memperoleh terapi rutin dari orangtua mereka.

Harapan sederhana

Bagi Lastri, orangtua Maria Vio Jessy Cahyani (5,5) dengan kelainan kepala membesar (hydro cephalus), merasa beruntung karena anaknya menjadi bagian daftar anak yang diterapi. Bagaimana tidak? Sebelumnya Vio-panggilan sang anak, harus bolak-balik Kulon Progo-Semarang-Muntilan untuk mendapatkan terapi bagi anaknya.

Pengetahuan tentang bagaimana menterapi anaknya sangat penting. Sebab, Vio yang pada 20 April 2017 dilakukan operasi pemasangan selang itu, kakinya mulai menjadi kaku dan seperti kejang.

Harapan sederhana yang disematkannya ialah, Vio putri satu-satunya dapat hidup selayaknya anak lain. Bermain, bersekolah, bersosialisasi sebagaimana mestinya. “Semoga Rumah Terapi B & B dapat membantu Vio memiliki kehidupan selayaknya anak lain. Dapat berbicara, bermain, bersekolah, dan bahagia,” ucap Lastri perempuan 25 tahun itu. [Harta Nining Wijaya].

The subscriber's email address.