Lompat ke isi utama
PPDI foto bersama dengan Kadis Sosial kota Jayapura

PPDI Kota Jayapura Pertanyakan Prioritas Program bagi Difabel

Solider.id, Papua- Pengurus Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) kota Jayapura temui Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, mempertanyakan program prioritas bagi masyarakat difabel pada 2018. Pertemuan tersebut diterima langsung Kepala Dinas diruang kerjanya, Senin (29/1).

Selama ini program untuk difabel hanya berupa bantuan sembako. Seperti beras, indomi, susu kaleng, gula pasir dan alat bantu seperti kursi roda, tongkat, alat dengar semata. Bantuan tersebut belum sepenuhnya menjadi prioritas bagi masyarakat difabel di kota Jayapura.

“Padahal undang-undang disabilitas nomor 8 tahun 2016 itu sudah jelas mengaturnya, bahkan di kota Jayapura sendiri sudah punya perda nomor 9 tahun 2014 kok masih seperti itu terus sikap pemerintah,” tegas Rony, sekretaris PPDI kota Jayapura di hadapan Kadis Sosial.

Rony merujuk data PPDI kota Jayapura dimana terdapat 458 difabel ememiliki hambatan yang berbeda-beda. Sehingga menurutnya, bantuan juga perlu dialokasikan dengan tepat sasaran. Terutama bagaimana mengefektifkan dana yang diperuntukkan bagi difabel.

Namun, perhatian pemerintah belum maksimal jika dibandingkan dengan prestasi yang ditorehkaan PPDI untuk kota Jayapura. “Kami bisa berprestasi di bidang olahraga, komputer, seni tarik suara, maupun seni tarian Papua,” tambah Gerad Rumbewas salah satu atlet dari PPDI.

Hal tersebut direspon kepala Dinas Sosial kota Jayapura, Irawadi Yusri. Ia mengatakan pada 2018 pihaknya sudah menyiapkan program yang diprioritaskan bagi difabel. Anatar lain, pelatihan komputer, membentuk dua kelompok Usaha Ekonomi Kreatif (UEP) yang menyesuaikan dengan bidang ekonomi masing-masing, dan kursus salon bagi difabel rungu/wicara. “Itu semua akan kami tindaklanjuti dengan PPDI,” katanya.

Irawadi juga menginfokan, anggaran 2018 sekira 250 juta yang akan dibagi tiga, lansia, anak jalanan, dan difabel. Ia berjanji pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar program untuk difabel diutamakan. “Dan tahun ini tidak ada lagi bagi-bagi sembako, semua difokuskan untuk pelatihan biar bisa mandiri, bisa kerja, dan bisa buka usaha.” [Roby Nyong]

The subscriber's email address.