Lompat ke isi utama
kegiatan perdik dengan kpu makassar di anjungan pantai losari

PerDIk Makassar Imbau Terkait Sosialisasi Pilkada 2018

Solider.id, Makassar- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar bekerjasama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) mengadakan sosialisasi terkait Pilkada serentak 2018 di Anjungan Pantai Losari, Minggu (28/1). Acara ini dihadiri beberapa pengurus PerDIK, Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sulawesi Selatan, Komisioner beserta staf KPU.

Sembari menyebarkan selebaran perihal ajakan mengikuti Pilkada serentak 2018, Direktur Eksekutif PerDIK Abd Rahman mengimbau untuk senantiasa memperbaharui pengetahuan terkait Pemilu dan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 Juni 2018.

"Janganki lupa untuk salurkan hak pilihta nanti di TPS, dan kalau ada keluargata yang difabel, tolong dilibatkan juga saat pencoblosan (Red: Jangan lupa untuk salurkan hak pilih kita nanti di TPS, dan kalau ada kelaurga kita yang difabel, tolong dilibatkan juga saatt pencoblosan)," lanjut Rahman, yang juga merupakan seorang difabel penglihatan (netra) dalam rilisnya.

Gus Dur-sapaan akrabnya- melanjutkan, semua warga Makassar tanpa terkecuali difabel, memiliki hak yang sama dalam bidang politik. Namun biasanya, warga difabel cenderung diabaikan pada saat prosesi pencoblosan.

"Pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya, kami masih sering mendapati ada difabel yang tidak menyalurkan hak pilihnya, karena berbagai macam alasan, seperti kurangnya informasi yang mereka terima terkait pemilu. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kejadian-kejadian serupa dapat diminimalisir," harap Gus Dur.

Saat dihubungi Solider melalui telepon, Komisioner KPU Makassar bidang sosialisasi, Syaifuddin menyampaikan, KPU sengaja melibatkan difabel dalam acara sosialisasi. Menurutnya, dengan pelibatan difabel, selain sosialisasi Pemilu, para pengunjung Anjungan Pantai Losari juga akan lebih mengenal apa itu difabel.

Syarifuddin juga berharap, warga difabel kota Makassar yang selama ini tidak terlibat di organisasi difabel, bisa turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilwalkot dan Pilgub 2018. Ia juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi bukanlah satu-satunya kegiatan KPU yang melibatkan difabel.

"Untuk menciptakan Pemilukada yang inklusi, KPU akan terus berkordinasi dengan organisasi penyandang disabilitas, bukan hanya pada sosialisasi pagi ini, tapi pada tahapan-tahapan selanjutnya," tutup Syarifuddin. [Nur Syarif Ramadhan]

The subscriber's email address.