Lompat ke isi utama
PPRBM Solo memfasilitasi rakor TAD Kabupaten Karanganyar

Rakor TAD Kabupaten Karanganyar: Manfaatkan Aset Ekonomi

Solider.id, Karanganyar- Selain aspek sosial dan budaya, aspek ekonomi merupakan segmen paling krusial dalam konteks isu difabilitas. Langkah praksisnya, bagaimana difabel dapat menjadi subjek mandiri dengan aset ekonomi yang dimiliki di sektor penghidupan.

Hal tersebut dikatakan Wening Swasono, staf program di Pusat Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) Solo di hadapan 25 para pemangku kebijakan dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pegiat difabel dari kelompok mandiri di Kecamatan dan Desa.

Pada rapat koordinasi Tim Advokasi Daerah (TAD) Kabupaten Karanganyar di SFA Steak, Selasa (23/1). Wening berharap, para OPD melibatkan diri secara aktif dalam penyusunan rencana kerja di tiap-tiap OPD.

Pada acara itu pula beberapa OPD seperti dinas kesehatan dijanjikan peluang bagi difabel yang memiliki usaha alat kesehatan agar dipermudah perijinannya. Serta bila ada praktik supranatural, dinas kesehatan akan menerbitkan surat ijin. Sedangkan terkait jaminan kesehatan hanya berupa pelayanan saat berobat. Dinas kesehatan saat ini tidak lagi bisa menyediakan alat bantu.

Kelompok difabel mandiri Rukun Makmur yang selama ini memproduksi beberapa kerajinan tangan serta usaha makanan kecil, mempertanyakan tentang akses pelatihan pemasaran dan promosi. Sedangkan kelompok Bina Mandiri mempertanyakan kepada dinas kesehatan tentang kebutuhan terapi bagi ABK, karena nyaris angka difabel di beberapa desa di kecamatan Karanganyar terbanyak adalah anak-anak yang mereka membutuhkan terapi.

Musjoko Ristanto dari dinas kesehatan menyarankan jika kelompok difabel agar bisa mengakomodir dana desa. Sebab menurutnya ada payung hukum yakni Permendes No.19 tahun 2017 dengan pasal berbunyi dana desa juga bisa dialokasikan untuk biaya berobat, termasuk terapi dan penyediaan alat bantu bagi difabel.

Joko Wahyono dari dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kepada kelompok mandiri difabel memberikan fasilitas jam siaran di radio pemerintah daerah setempat dengan mengambil isu difabel. “Coba bikin surat pengajuan atau pemberitahuan jam siaran. Kami akan memfasilitasi. Termasuk hal-hal lain terkait misalnya publikasi dan hal-hal pemberitaan tentang difabilitas,” terangnya. [Puji Astuti]

The subscriber's email address.