Lompat ke isi utama
Anak berkebutuhan khusus sedang melukis

Membangun Karakter ABK Melalui Seni

Sekira 400 anak berkebutuhan khusus (ABK) bergabung dalam Festival Lukis bersama Anak Istimewa di Dino Mall Jatim Park 3, Kota Batu. Acara yang bertema Menjemput Asa Menggapai Impian ini, diadakan dalam rangka memperingati hari difabel Internasional sekaligus hari ulang tahun Griya Anita yang ketiga.

Kegiatan diikuti anak-anak dari berbagai ragam disabilitas dari tuli, netra, grahita, daksa, downsyndrom dan autis. Dari tingkat pendidikan taman kanak hingga SMA dari 30 lembaga. Anak-anak berkesempatan melukis di atas payung. Setiap peserta diberikan payung berwarna untuk mereka lukis sesuai kreativitas masing-masing. Sedang untuk para orang tua anak difabel diadakan seminar parenting.

“Aku suka melukis di atas payung karena medianya halus. Kalau kanvas biasanya kan agak kasar. Senang bisa melukis bersama banyak teman," tutur Saiful salah satu peserta. Ia melukis ikon Kota Batu, yakni apel, dengan menggunakan satu kakinya.

Sementara anak lainnya, dengan berbagai kreativitas mereka menggambar mulai dari abstrak, karakter tokoh kartun, tanaman dan lainnya. Hasilnya unik, ratusan payung warna-warni penuh dengan goresan cat penuh kreasi.

Ketua Griya Anita, Dyah Rani Ayu berharap acara tersebut mampu membuka cara pandang masyarakat dan membangun image positif kepada anak difabel melalui karya seni. "Kami sebagai lembaga memberikan wadah bagi mereka (ABK) untuk berkreasi. Bahwa di balik kekurangan, mereka memiliki sejuta kelebihan," kata perempuan yang akrab disapa Nia.

Nia menuturkan, ABK dalam tumbuh kembangnya sebagai insan yang kreatif dan berdaya guna memerlukan perlindungan khusus. Makna perlindungan ini disimbolkan dalam bentuk payung yang mereka warnai. Griya Anita merupakan rumah kreatif bagi anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan kreativitas melalui kegiatan melukis, menggambar, menyulam dan berbagai aktivitas kerajinaan.

Senada diungkapkan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, setiap anak memiliki kreativitas dan kemampuan yang jika diasah dengan baik akan menjadi sebuah potensi. Kedepan anak-anak bisa mandiri jikalau mempunyai kemampuan dan kreatifitas yg tinggi. Untuk itu orang tua harus menggali kemampuan anak-anaknya. "Penting bagi ABK mempunyai kegiatan yg positif untuk menghargai anak-anak kita yg istimewa," tutur Dewanti, hadir dalam acara tersebut.

Lebih lanjut Dewanti mengatakan, saat ini Pemerintah kota Batu telah menerima tiga anak dari difabel untuk bekerja di Pemkot Batu. Ia berharap setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat menerima minimal satu anak difabel untuk bekerja. [Ken]

The subscriber's email address.