Lompat ke isi utama
Para peserta difabel sedang mendengarkan pemaparan tentang beasiswa AAS

Australia Award Scholarship Kembali Membuka Peluang Beasiswa bagi Difabel

Solider.or.id, Yogyakarta. Australia Award Scholarship (AAS) kembali membuka peluang bagi difabel yang ingin melanjutkan studi untuk jenjang Master dan Ph.D di Australia. Melalui pengelolanya, Australia Award Indonesia info tersebut disosialisasikan kepada difabel di ruang sidang 1, gedung rektorat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (21/12).

Diwya Anindya Citta perwakilan Australia Award Indonesia memperkenalkan beasiswa Australia Award kepada para peserta sosialisasi yang terdiri dari beberapa universitas seperti UGM, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Darma. Ia mengatakan beasiswa tersebut terbuka bagi pelamar difabel mau pun non difabel. “Tapi kelompok difabel diprioritaskan dalam beasiswa ini,” paparnya.

Kebijakan tersebut dibarengi dengan ketentuan beasiswa afirmatif terhadap difabel. Salah satunya, jika nilai IPK yang dipersyaratkan bagi pelamar non difabel adalah 2.90, pelamar difabel cukup dengan nilai IPK 2.75.

Selain itu kebijakan afirmatif lain yang diberikan misalnya berkaitan dengan skor IELTS atau TOEFL. Jika pelamar non difabel harus mencapai skor 5.5 untuk IELTS dan 525 untuk TOEFL, pelamar difabel cukup dengan 5.5 untuk IELTS dan 500 untuk TOEFL.

Irma Lia salah satu peserta dari UIN Sunan Kalijaga bertanya tentang penambahan kapasitas bahasa inggris bagi difabel. “Salah satu kelemahan saya ini kan bahasa inggris saya jelek. Nah apakah Australia Award menyediakan training bahasa inggris bagi pelamarnya?” tanyanya.

Diwya langsung menanggapi. Ia menjelaskan, selain menyediakan beasiswa, pihaknya juga membuka kesempatan bagi pelamar difabel yang belum memiliki kemampuan bahasa inggris melalui program English Language Training Assistant (ELTA). Ia juga menginformasikan, AAS akan memfasilitasi difabel yang dinilai memang memerlukan pendampingan khusus selama belajar di Australia.

Wildan Aulia Rizki Ramadan, salah satu peserta ssosialisasi mengapresiasi peluang tersebut. Menurutnya, konsep beasiswa yang ditawarkan AAS cukup baik karena menyediakan akomodasi bagi teman-teman difabel.

“Ini dapat membuat teman-teman difabel lebih bersemangat dalam meraih beasiswa luar negeri. Saya tertarik,” ungkapnya.

AAS akan membuka kesempatan bagi para calon penerima mulai 1 Februari 2018 hingga 30 April 2018. Calon pendaftar dapat mengakses portal online Australia Award Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait beasiswa tersebut. [Tio Tegar Wicaksono]

The subscriber's email address.