Lompat ke isi utama
Para peserta sosialisasi sedang mendengarkan salah satu perwakilan dari Panwaslu Semarang dalam acara Sosialisasi.

Mengoptimalkan Fungsi Media Sosial untuk Pemilu yang Akses

Solider.or.id, Semarang. Selama ini penggunaan akun media sosial dengan konten politik lebih sering hanya untuk mengurusi tetika, nasionalisme, korupsi, kekerasan, etnis, aliran dan lainnya yang bersifat negatif. Alangkah lebih baik jika media sosial disaring dan digunakan sebagai medium pengawasan pemilu yang akses.

Hal ini disampaikan Nining Susanti, salah satu Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) kota Semarang ketika mengawali materi kegiatan sosialisasi yang diadakan di Hotel Siliwangi (7/12). “Media sosial sebagai milik publik, sudah seharusnya tidak bersifat destruktif tetapi konstruktif,” tandasnya.

Sosialisasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Semarang tersebut bertema Peran Media Sosial Bagi Pemilu. Dengan tujuan mengajak partisipasi peserta mulai dari karang taruna, pelajar SMU-SMK, organisasi difabel, aktivis media sosial dan media masa untuk menjadi agen konten-konten positif.

Media sosial bisa digunakan untuk melaporkan, merekam, menginformasikan proses-proses pemilu yang tidak akses, salah satunya difabel. Organisasi difabel dapat melakukan hal tersebut, dengan menginformasikan persoalan-persoalan yang terjadi selama proses pemilu.

“Atau misalkan ada penyelewengan. Sesuai tupoksi yang berlaku sebagai pengawas, maka yang bisa dilakukan Bawaslu adalah dengan memastikan masyarakat (difabel) mendapat hak dan sosialisasi yang akses sehingga suara difabel terjaga dengan baik,” kembali Nining berkata.

Selain itu, melalui Nining, Bawaslu berjanji akan mengawal aksesibilitas difabel saat hari pencoblosan. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Pemilih agar tempat pemilihan dan bilik suara harus juga memenuhi syarat aksebilitas bagi difabel.

“Bawaslu juga memiliki tugas menjaga hak pilih difabel melalui pengawasan dan mengawal sebaik mungkin agar suara difabel terwadahi dengan mendapatkan hak suara,” tambah Nining.

Muhammad Amin, ketua Bawaslu kota Semarang mengatakan, bahwa acara ini digelar dengan maksud, membangun jejaring pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat secara langsung untuk menjadi pengawas di media sosial, media cetak maupun dengan jejaring lain. [Yanti]

The subscriber's email address.