Lompat ke isi utama
30 peserta sedang mendengarkan materi yang dejlaskan fasilitator pelatihan Penanggulangan Bencana

Melatih Difabel Menghadapi Bencana

Solider.or.id, Papua. Ketika terjadi bencana, kemungkinan difabel menjadi korban sangat dekat. Selain berdampak pada kedifabilitasan seseorang, bencana juga bisa memungkinkan seseorang menjadi difabel. Hal tersebut diungkapkan AG Singgamui, salah satu fasilitator dalam acara Pelatihan Dasar Manajemen Penanggulangan Bencana di Swissbel Hotel, Jayapura, Rabu (6/12).

Ia mencontohkan ketika terjadi sunami atau gempa bumi, jika tidak dilatih dengan cara-cara evakuasi secara mandiri, mitigasi, adanya peringatan dini, atau simulasi kebencanaan maka kemungkinan menghasilkan korban jiwa. Maka pelatihan ini merupakan pengurangan resiko adanya korban bencana.

“Di pelatihan ini juga difabel diberi kesempatan meningkatkan kapasitas untuk belajar menjadi seorang fasilitator penanggulangan bencana,” tambahnya.

Ia berharap kedepan, BPBD setempat melalui program Desa Tangguh Bencana 2018, melibatkan difabel langsung, sebagai aktor. Agar, pemahaman ini bisa disebarluaskan kepada anggota ataupun organisasi difabel lain di Papua. “Pertama, pemerintah harus yakin kalau kami bisa,” tandasnya.

Pelatihan yang diikuti 30 peserta dari berbagai lembaga tersebut bertujuan untuk menigkatkan kapasitas sumberdaya manusia di bidang kebencanaan. Tiga diantaranya yang mewakili organisasi difabel yakni, Ruth Awi dari HWDI Papua, M Harris dan Nawipa dari PPDI kota Jayapura. Selain mereka, peserta merupakan perwakilan dari staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perguruan tinggi dan fasilitator.

Ruth Dwi mengapresiasi adanya kesadaran dari pemerintah terhadap kondisi difabel ketika menghadapi bencana. Ia mengaku di kota Jayapura, informasi tentang penanggulangan bencana masih minim. “Padahal, kota tersebut rentan terhadap bencana seperti banjir, gempa bumi dan longsor,” tambahnya.

Pelatihan yang juga didukung Mercy Corps Indonesia bersedia mendampingi dan memfasilitas kegiatan BPBD terkait program Desa Tangguh Bencana Inklusi, kedepan. “Berkomunikasi langsung dengan Arbeiter Samariter Bund (ASB) yang fokus dengan peningkatan kapasitas difabel tentang pengurangan risiko bencana inklusi,” ujar Hatta Yusran, Menager Mercy Corps Indonesia wilayah Papua. [Roby Nyong]

The subscriber's email address.