Lompat ke isi utama
Salah satu peserta sedang belajar mengoperasikan komputer dibantung dengan aplikasi JAWS dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh DPC PERTUNI Kupang.

Pentingnya Belajar Menguasai Komputer bagi Difabel Netra

Solider.or.id, Kupang. Di dalam bidang pekerjaan tertentu, komputer merupakan alat bantu bagi semua orang untuk menunjang mobilitasnya, salah satunya difabel netra. Pentingnya belajar mengoprasikan komputer bagi difabel netra merupakan salah satu upaya menambah kapasitas, pengalaman dan wawasan.

Terlebih dengan adanya aplikasi JAWS yang dapat membantu difabel netra. Hal tersebut yang sedang dilakukan 10 difabel netra dalam pelatihan komputer yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tuna Netra Indonesia (DPC PERTUNI) kota Kupang di panti Hitbiah, Selasa (5/12).

I Made A. Dhana selaku sekertaris DPC Pertuni kota kupang dan juga instruktur pelatihan mengatakan, difabel netra wajib menguasai hal-hal tertentu untuk dapat bersaing di dalam kehidupan masyarakat, salah satunya bekal mengoperasikan komputer. Agar difabel netra dapat mengakses informasi, pekerjaan, dan lain sebagainya. Artinya, wawasan tersebut juga membuka peluang bagi difabel netra ataupun para penyedia lapangan kerja.

“Maka itu, teman-teman netra juga harus mampu bersaing dengan orang yang bisa melihat dalam menggunakan komputer,” katanya.

I Made juga menuturkan selama ini pemerintah belum tahu potensi apa saja yang bisa dilakukaan difabel netra. Pemerintah cenderung memandang dengan sempit kompetensi difabel netra hanya bisa membuka usaha pijat, membuat kerajinan atau bermain musik. Padahal kompetensi seseorang dalam hal tertentu bisa dibentuk, jika ada upaya dari pemerintah untuk mengasahnya.Melalui pelatihan ini I Made ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa, pandangan-pandangan tersebut keliru.

I Made berencana akan melanjutkan pelatihan ini mengingat antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan yang belangsung dari 5-7 Desember. “Rencananya untuk tahap lanjutan akan dilakukan tiap minggu di tahun depan,” ungkapnya.

Adapun materi yang diberikan di tahap dasar ialah, para peserta belajar mulai dari bagaimana cara menghidupkan dan mematikan computer, mengenal tombol pada papan ketik, mengetik pada Microsoft word, Microsoft exel dengan rumus-rumusnya, menyimpan, membuka, mengcopy file dan di hari terakhir pelatihan peserta akan belajar mengakses internet.

Ahmad, instruktur lain menambahkan kegiatan ini membantu difabel netra di NTT untuk bisa mengikuti  kegiatan jambore TIK yang diselenggarakan tiap tahun dengan pembuktian berupa sertifikat yang akan diberikan usai pelatihan ini.

Baltazar Koko Pawe salah satu peserta mengatakan pelatihan tersebut merupakan agenda yang ditungu-tunggu. Ia merasa pelatihan ini mampu menjawab ketertinggalan kawan-kawan difabel netra. “Terhadap perkembangan tekhnologi” sambungnya. [Yafas]

The subscriber's email address.