Lompat ke isi utama
ketua Bawaslu Jabar saat diwawancarai solider

Bawaslu Jabar Lirik Difabel dalam Upaya Pencegahan Politik Uang di Pilkada 2018

Solider.or.id-Bandung, Badan Pengawas Pemilhan umum (Bawaslu) Jawa Barat melirik Difabel dalam upaya pencegahan politik uang pada Pilkada yang digelar 27 Juni 2018 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Herminus Koto, Ketua Bawaslu Jawa barat pada acara Sosialiasi Kerjasama Pengawasan Partisipatif Dengan Organisasi Kemasyarakatan Difabel Se Jawa Barat Pada Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur , Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Tahun 2018,  di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Jalan Asia Afrika No 112 Bandung (15/11/17).

“kita menghimbau kepada pemilih difabel untuk menolak politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon yang nantinya akan mempengaruhi pilihan mereka (difabel). Kalau mempengaruhi hak pilih seseorang termaksud pelanggaran pidana”, lanjut Herminus.

Ia juga mengajak difabel untuk berpartisipasi aktif selama berlansungnya Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) dan menggunkan hak suaranya dengan datang ke TPS (Tempat Pemungutan suara).

Dalam acara tersebut, Ketua Bawaslu jawa Barat menyampaiakan bentuk-bentuk pelanggaran yang kerap terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah. “Kita menyampaiakan berbagai jenis pelanggaran yang masuk ke pelanggaran pidana, administrasi, dan sengketa. Setelah disampaikan sosialisasi, diharapkan mereka memahami bahwa hal itu adalah bentuk pelanggaran.  Kita meminta partisipasi mereka untuk mau melaporkan segala bentuk pelanggaran “.

Lebih lanjut, diskusi yang dihadiri oleh 200 difabel Bandung juga menyampaikan berbagai masukan terkait aksesibilitas yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 2018 mendatang. Hal ini untuk mendorong terciptakan Pilkada yang ramah untuk semua. Berbagai masukan tersebut, selanjutnya akan disampaikan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum).

“Kita menghimbau pemilih difabel untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, tegakkan kejujuran , keadilan, bebas rahasia, tidak ada perbedaan, semua  harus disamaakan posisinya. Jika pemilih pengguna kursi roda, ruangan harus lebih besar, dan  tidak ada hambatan saat pencoblosan di TPS. Semua aksesibilitas juga kita akan minta nanti dalam penyelenggaran Pilkada” Pungkas Herminus. (Zulhamka Julianto Kadir)

The subscriber's email address.