Lompat ke isi utama
 Para difabel netra, cp hambatan bicara, dan daksa sedang menggunakan android.

Kecanggihan Teknologi Mampu atasi Hambatan Komunikasi Difabel

Solider.or.id, Cimahi – Pemaparan singkat dari pertanyaan masyarakat tentang bagaimana kemampuan difabel dalam berkomunikasi dan menggunakan alat komunikasi berbasis teknologi.  

Masyarakat luas pada umumnya masih menyimpan banyak pertanyaan tentang sosok difabel. Segala hal yang berhubungan dengan keberhasilan menjalani hidup secara utuh layaknya nondifabel, kemampuan secara individu dalam mengatasi hambatan yang ada, bahkan prestasi yang mampu diraih difabel masih minim dari publikasi.

Pertanyaan lain sering dilontarkan masyarakat adalah tentang bagaimana cara difabel berkomunikasi. Secara individu dari jenis difabel yang berbeda, mereka memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi dengan lingkungan.

Difabel daksa, mereka pada umumnya masih memiliki kemampuan yang utuh baik dalam cara komunikasi maupun memberi respon. Difabel tuli, mereka memiliki bahasa isyarat atau memiliki kemampuan membaca gerak bibir lawan bicaranya. Difabel netra, mereka  tulisan khusus braille atau ponsel pintar yang memiliki audio. Begitu pula difabel intelektual, mereka memiliki kemampuan komunikasi dengan ekspresi maupun daya tangkap respon tersendiri.

Selintas, cara para difabel berkomunikasi bukanlah menjadi sebuah permasalahan untuk mereka sendiri. Adanya interaksi dan saling merespon sudah menandakan arti keberhasilan dari sebuah komunikasi yang berlangsung.

Menurut pakarnya, komunikasi dapat diartikan sebagai berikut:

‘Proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara langsung (lisan) ataupun tidak langsung (melalui media) – Onong Uchjana Effendy.’

‘Proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dan sebagainya. – Bernard Barelson & Garry A, Steiner.’

Lantas, bagaimana seorang difabel netra dapat berkomunikasi dengan difabel tuli?

Seorang difabel nerta yang memiliki hambatan penglihatan masih dapat menjalin komunikasi dengan difabel tuli yang memiliki hambatan pendengaran.

Difabel ternyata mampu mengikuti setiap kehadiran perkembangan teknologi. Ponsel pintar yang digunakan difabel netra kini memiliki perkembangan pesat hingga dalam bentuk android - smartphone. Tawaran aplikasi untuk khalayak umum nondifabel yang memiliki kecenderungan memudahkan, membantu mengatasi pengetikan secara manual, rupanya menjadi ide berkomunikasi baru bagi difabel.

Bagi pengguna smartphone, salah satu aplikasi chatting sudah dilengkapi mikrofon yang berfungsi untuk merekam suara dan bisa dikirimkan. Cara komunikasi ini dapat bermanfaat bagi difabel nerta dan difabel tuli. Ya, mengubah pesan suara menjadi teks dari sebuah aplikasi smartphone.

Aplikasi ini semula ditawarkan untuk masyarakat umum pengguna smartphone yang memiliki kecenderungan malas untuk sekedar mengetik sebuah pesan. Mereka dapat memberikan pesan suara atau voice note pada lawan bicaranya. Pesan seperti ini tentu tidak dapat dibuka disembarang tempat, semisal di tempat keramaian, di tempat rapat dan lain-lain.

Meski kelengkapan teknologi terus ditambahkan, tetap saja ada hambatan lain dalam proses penggunaannya bagi masyarakat luas. Akan tetapi, hal tersebut justru menguntungkan masyarakat difabel dalam berkomunikasi. Khususnya antara difabel netra dengan difabel tuli.

Dengan menginstal aplikasi audio menjadi teks, maka pesan suara yang diterima secara otomatis diproses menjadi pesan teks. Contoh mudah untuk pengguna whatsapp:

Instal aplikasi audio ke teks khusus whatsapp. (audio to text for whatsapp). Lalu, buka aplikasi whatsappnya. Kemudian pilih pesan suara yang ada, tekan ‘Share’ dan pilih ‘Audio to text for whatsapp.’ Pesan suara akan berubah jadi teks secara otomatis. Lanjut pilih ‘Copy teks,’ dan ‘Paste.’

Langkah peng-instalan tadi bisa dipelajari oleh difabel tuli. Dengan demikian komunikasi antara difabel nerta yang menggunakan voice note dapat dibaca oleh difabel tuli dalam bentuk teks. Dengan demikian antara difabel netra dan difabel tuli dapat berkomunikasi secara leluasa tanpa kendala.

Sedangkan aplikasi lain untuk membantu  difabel netra berkomunikasi sudah lebih dulu dikenali masyarakat. Mengubah teks menjadi suara yang dapat didengar oleh difabel netra lebih mudah ditemui dan dipelajari dari situs internet, untuk kemudian diinstal dan langsung dapat digunakan.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat ternyata mampu dimanfaatkan juga oleh para difabel. Hal yang semula diluncurkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat luas yang semakin instan pun, kini telah dapat dipelajari dan digunakan oleh masyarakat difabel.

Komunikasi merupakan suatu bagian interaksi terpenting dalam lingkup kehidupan setiap manusia, tanpa kecuali. (Srikandi syamsi).

The subscriber's email address.