Lompat ke isi utama
Pejabat Dinas Pendidikan Tuban berfoto degnan seorang Difabel

Pendidikan Inklusi di Tuban, Tantangan dan Upaya Implementasi

Solider.or.id, Tuban – Dinas Pendidikan kabupaten Tuban terus berkomitment untuk mewujudkan dan mengimplementasikan sistem pendidikan inklusi di daerah setempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Witono,Spd,Mpd (Kabid Pendidikan SD) dinas Pendidikan Kabupaten Tuban saat ditemui Solider beberapa waktu lalu di kantornya.

Ia menambahkan bahwa Pendidikan itu hak untuk semua, tak terkecuali difabel, sebab difabel juga bagian dari masyarakat.

Sementara itu, ketika ditanya soal bagaimana sejauh ini pemerintah mendorong pendidikan inklusi, Witono yang juga sekaligus mantan kepala SMPN 3 Tuban ini menambahkan bahwa Dinas Pendidikan kabupaten Tuban rutin mengadakan workshop terkait pendidikan inklusi di setiap tahunnya. “kegiatan tersebut  diikuti oleh perwakilan guru SD dan SMP kabupaten Tuban".

Dalam perjalanan pengimplementasian sistem pendidikan inklusi di Tuban memang tidak mudah, Sutarno ,Spd, Mpd (Kabid Pendidikan SMP) menjelaskan memang ada sejumlah tantangan yang masih di hadapi. “Masih banyak sekolah reguler belum mau menerima siswa difabel”.

Menurut penuturan Witono, Pemerintah kabupaten Tuban, dalam hal ini Dinas Pendidikan selalu berupaya semakmal mungkin agar sistem ini dapat berjalan baik. “sebagai contoh sudah adanya sekolah rujukan inklusi, untuk SD di SDN Sidorejo 2 kalau SMP di SMPN 6 Tuban"

"Kabupaten Tuban Terdiri dari 20 kecamatan sehingga kami berupaya agar sekolah yang ada di setiap kecamatan berkenan menerima siswa difabel agar mereka tak perlu jauh untuk mencari sekolah” ujar sutorno.

Menurut mereka, agar sistem ini dapat berjalan dengan baik, di perlukan juga peran serta dari semua komponen masyarakat agar tak lagi memandang sebelah mata difabel. (Fira Merenda Asa)

The subscriber's email address.