Lompat ke isi utama
 Muhamad Sofyan sedang berinteraksi dengan peserta sosialisasi dengan menanyakan minat difabel untuk menjadi atlet.

Sosialisasi Temu Difabel di Bandung, Bahas Peluang Atlet

Solider.or.id, Bandung – Prestasi difabel di bidang olah raga mulai mencuri perhatian pemerintah. Humas media center Peparnas 2016, Muhamad Sofyan memberikan sosialisasi pada difabel lintas usia.

Hingar bingar persiapan menyambut olah raga pekan paralimpik daerah (Peparda) 2018 makin mencuat. Sosialisasi bidang olah raga dalam pencarian calon atlet baru pun terus digerakan.

Salah satu tim pelaksana kegiatan ajang pekan paralimpik nasional (Peparnas) 2016 bidang humas, Muhamad Sofyan menyampaikan, “Prestasi para atlet difabel kini sudah mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat,” tuturnya di acara sosialisasi temu difabel di Bandung, Selasa (17/10).

Sofyan memberikan gambarannya dalam bentuk dokumentasi dan website yang memberitakan tentang prestasi olah raga atlet difabel. Beberapa foto jamuan para atlet difabel di istana negara pun diperlihatkan.

“Ini beberapa dokumentasi atlet difabel yang berhasil menjadi juara umum pada tingkat ASEAN di Malaysia kemarin. Pihak pemerintahan mulai tersentuh  dengan prestasi  atlet difabel. Semoga ini dapat memberikan peluang jaminan bagi para atlet di masa mendatang,” ujar Sofyan seraya menunjukkan foto-fotonya.

Kehadiran Sofyan dalam acara tersebut menumbuhkan semangat dan respon positif dari para difabel yang terlibat langsung dalam sosialisasinya. Tidak sungkan-sungkan Sofyan pun mempertanyakan kepada difabel yang hadir tentang minat untuk menjadi seorang atlet profesional.

Saat mendengarkan komentar peserta sosialisasi yang menyampaikan pernah mengikuti seleksi cabang atletik tahap pertama dan gugur, Sofyan merespon singkat dengan mengatakan coba kembali.

“Semangat. Terus mencoba. Peluang dari atlet sekarang lebih banyak lagi. Ada mantan atlet yang kemudian diangkat menjadi pegawai negeri sipil oleh pemerintah,” Sofyan menjelaskan.    

Sebagai humas dibagian media center, Sofyan mengantongi banyak informasi tentang kebijakan dan tanggapan pemerintah terhadap prestasi difabel bidang olah raga. Selain mulai adanya kesetaraan nilai moninal peraih mendali antara ajang PON dan Peparnas 2016 lalu, ada juga jaminan untuk masa depan para purna atlet yang mulai dibahas pemerintah.

Menurut penuturan Sofyan, para purna atlet difabel selain akan mendapatkan kesempatan sebagai PNS, ada juga yang akan mendapatkan fasilitas lain berupa uang tunjangan untuk kehidupan masa purnanya. Segala yang diinformasikan dirinya memang masih dalam tahap proses lebih lanjut.

“Meskipun beberapa kebijakan lain masih dalam tahap proses, semoga informasi yang disampaikan dalam acara sosialisasi ini dapat menumbuhkan minat difabel menjadi atlet. Tunjukan diri difabel dengan beragam prestasi. Mudah-mudahan yang direncanakan pemerintah dapat terealisasikan secara nyata,” ungkap Sofyan mengakhiri pembicaraannya.

Di penghujung pemaparannya, Sofyan menjelaskan prestasi difabel yang mulai menyentuh hati kalangan pemerintah tersebut disebabkan oleh fakta di lapangan. Atlet difabel berhasil meraih juara umum baik tingkat ASEAN. Di ajang Peparnas 2016 lalu yang gelar juara umumnya diraih Jawa Barat, atlet difabel pun memiliki citra baik.

Di tingkat ASEAN, atlet difabel mampu melebihi prestasi atlet SEA GAMES yang berada diurutan lima besar. Sementara di tingkat nasional citra atlet difabel santer dengan pemberitaan yang lebih positif, selain mendulang prestasi yang gemilang. (Srikandi Syamsi).

The subscriber's email address.