Lompat ke isi utama
ilustrasi event Archetype

Kelola Stress dalam Talkshow Archetype : a Real Action of Mental Health with Psycology Euphoria

Solider.or.id, Sukoharjo-Susan Boyle berasal dari Skotlandia tampak dengan percaya diri maju di pentas Britain Got Talent 1 tahun 2009. Dia yang semula mengecoh tiga orang juri, satu di antaranya adalah Simon Cowell dengan bahasa lugu, bahkan goyangan perut tanpa malu-malu sebelum sesi menyanyi. Susan menyanyi dengan sangat menakjubkan ‘I Dreamed a Dream” dari Les Miserables, luput dari ekspektasi para juri, jika dilihat dari mimik mereka bertiga sebelumnya.

Demikian cuplikan video yang diputar pada acara Talkshow Upstanding Smile for a Better Life bersama Analisa Widyaningrum, M.Psi, Psi. dalam Archetype : a Real Action of Mental Health with Psycology Euphoria. Archetype digagas oleh Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret dalam memperingati Hari Kesehatan Mental di Hartono Mall Solo Baru, Minggu (15/10)

Susan lahir bungsu dari delapan saudara dan satu-satunya yang hidup. Terlahir dengan kondisi kekurangan oksigen sehingga berimbas pada kerusakan jaringan otak membuat Susan kesulitan belajar di masa muda. Dalam lingkungan keluarga yang mencintai musik, Susan bertumbuh menjadi pendiam dan sasaran perundungan kawan-kawan. Namun dengan kesederhanaan dan kerja kerasnya Susan membuktikan kepada dunia bahwa kekurangan yang ada pada dirinya tidak pernah menghalanginya untuk meraih kesuksesan.

Analisa Widyaningrum menjelaskan bahwa setiap keadaan stress bisa rentan dan memicu ke arah depresi.”Patahkanlah, dan mulailah berpikir positif dan melakukan hal-hal positif,” ujar psikolog yang tinggal di Yogyakarta tersebut.

 Menurutnya stress terjadi ditimbulkan oleh adanya perubahan-perubahan hidup. Dan passion bisa berpengaruh kepada kesehatan mental. Beberapa gejala fisik perlu diperhatikan, di antaranya adalah timbulnya rasa malas, kehilangan selera makan. Mudah menangis, sensitif, tidak ada rasa percaya diri dan tidak ada motivasi hidup. Jika parah maka orang yang stress tersebut memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Banyak  kejadian inovatif misalnya dengan mencari kesibukan diri, berkegiatan sosial dan mencari makna yang bermakna. “Dan tidak mungkin dengan mudah mengatakan bahwa misalnya , Saya baik-baik saja” karena semakin menjalani penolakan diri maka akan semakin men-denial, atau penyangkalan. Penyangkalan sederhana yakni menyangkal realitas fakta yang tidak menyenangkan sama sekali. Beberapa penyebab stress dan depresi di antaranya adalah masalah keluarga semisal perceraian. Salah seorang pengunjung dan peserta talkshow bertanya dan menyampaikan pendapatnya, bahwa meski dia seorang perempuan yang tengah menyelesaikan masalah perceraian, tetapi demi kelangsungan hidup anak, rasa stress itu bisa dikelolanya. “Ibu boleh menangis, bersedih, dan memilih berdiam diri di rumah, karena lingkaran ini terus berkembang. Namun ibu memilih untuk terus bergerak, berkegiatan apalagi saat ini mendampingi anak ikut lomba mewarnai. Ini positif sekali,” ujar Analisa.

Beberapa orang juga bisa mengalami stress saat dirinya merasa tidak bisa mendidik dengan benar putra-putranya. Seperti yang dialami oleh Ibu Aziza, yang hingga sekarang masih bingung untuk mengerem perbuatan membanding-bandingkan anak orang lain, yang lebih pintar dan cepat pertumbuhannya. “Cara kita mengontrolnya adalah dengan melihat sisi kebaikan anak, Bu,’ terang Analisa. Menurut psikolog yang juga menginisiasi berdirinya sebuah sekolah kepribadian di Yogyakarta tersebut bahwa membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak lainnya bisa menimbulkan “perang dunia”. “Saya dulu waktu kecil pemalu, tetapi oleh orangtua saya saya diberi kegiatan sehingga memiliki relasi banyak teman.”

Faruq, ketua panitia Archetype kepada Solider mengatakan bahwa malam itu adalah puncak acara peringatan hari kesehatan mental se-dunia. Acara sebelumnya didahului dengan seminar psikologi islam, lomba seni, mewarnai, dance dan menulis esai. “Puncaknya hari ini adalah dengan talkshow dan sosialisasi Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Solo Raya serta pemutaran film tentang desa skizofrenia yang didiami 1:100 penduduknya adalah ODS. “Kami juga menggalang dana bagi yayasan skizofrenia yang mengelola para ODS di desa tersebut yang terletak di Kabupaten Ponorogo.” (Puji Astuti)

The subscriber's email address.