Lompat ke isi utama
suasana peringatan hari CP sedunia di Yogyakarta

Public Awarenes Cerebral Palsy dalam Peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia

Solider.or.id.Yogyakarta.Dalam rangka memperingati Hari Cerebral Palsy Dunia (World Cerebral Palsy Day) yang ditetapkan pada tanggal 6 tiap bulan Oktober,  delapan puluhan keluarga dengan anak Cerebral Palsy (CP) yang tergabung dalam Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP), berkumpul di Balaikota Yogyakarta, Minggu (15/10/2017).

Public Awarenes Cerebral Palsy atau pemahaman terhadap masyarakat tentang Cerebral Palsy menjadi salah satu tujuan yang dicanangkan dalam peringatan Hari Cerebral Palsy Dunia itu. Dengan seruan tema “We are Here”, dimaksudkan dapat membangun kesadaran bagi keluarga dengan anak CP mau lebih terbuka terhadap lingkungan.

Menurut Ketua WKCP, Anis Sri Lestari, tema “We are Here” dapat dimaknai positif oleh banyak pihak, dalam hal ini keluarga dengan anak CP, masyarakat, juga negara. Bagi keluarga dengan anak CP, tema tersebut diharapkan dapat memberikan kekuatan, keberanian, mengikis perasaan malu keluarga dengan anaknya yang CP. Mereka mau menunjukkan diri kepada semua orang di lingkungan bahwa kita ada, kita anak dengan CP, kita keluarga dengan anak CP.

Tunjukkan diri dan lihatlah

Lanjutnya, masyarakat dan lingkungan tidak akan tahu apalagi peduli, ketika keluarga sendiri tidak pernah mau menunjukkan dirinya. “Untuk itu marilah bersosialisasi dan menunjukkan keberadaan kita, keberadaan anak-anak kita yang CP,” seruan Anis.

Adapun kepada masyarakat luas, pemerintah, negaraAnis mengatakan tidak ingin berharap banyak. Cukup lihat saja kami, tidak harus sampai peduli. “Kami ada. Tolong lihat kami, cukup lihat kami! Tidak perlu harus peduli pada kami! Cukup perlakukan kami sebagai manusia, manusiakanlah kami!” himbauannya kepada masyarakat luas.

Pada kesempatan itu Danar Kumala ibu dari seorang anak CP yang bernama Noel Moses Riyanto (3) menyatakan senang dengan adanya perkumpulan WKCP, dengan adanya peringatan hari CP sedunia.

“Dengan berkumpul begini,saya merasa tidak sendiri. Ternyata banyak keluarga yang bernasib sama sebagaimana saya. Dengan bersama-sama begini, saya merasa memiliki kekuatan untuk menjadi bagian dari masyarakat,” ujarnya.

Danar juga menceritakan bahwa dirinya seringkali mendapatkan pandangan yang tidak mengenakkan dari masyarakat dengan kondisi anaknya yang CP. Untuk itu Danar ingin sekali bersama WKCP terus melakukan kesadaran bagi publik, bahwa tidak perlu melihat anak-anak CP sebagai orang aneh.

“Kami ini sama sebagaimana masyarakat lainnya, bahkan tanggung jawab kami jauh lebih besar dari pada masyarakat pada umumnya. Lihatlah kami sebagai manusia biasa, itu akan memberikan kekuatan bagi kami,” ujarnya pada Solider (15/10). (harta nining wijaya).

The subscriber's email address.