Lompat ke isi utama
suasana training monitorong anggaran bersama kelompok rentan

Pre-Joint Monitoring Dorong Peran Aktif Kelompok Rentan

Solider.or.id, Yogyakarta - Bersama dengan Yayasan CIQAL ( Center for Improving Qualified Activities in Life of People with Disabilities) dan Perkumpulan Idea , HI (Handicap International) adakan kegiatan pre-joint monitoring yang dihadiri oleh 22 peserta di Kantor Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton (13/10).

Forum ini dihadiri oleh perwakilan organisasi sosial masyarakat kelompok rentan di Kelurahan Cokrodiningratan, Kelurahan Kadipaten, Kelurahan Baciro, dan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia). Bambang Heri selaku fasilitator dari Perkumpulan Idea menjelaskan bahwa forum ini dibentuk agar kelompok dapat melihat apakah kegiatan dan anggaran di tingkat kelurahan menjangkau partisipasi kelompok rentan. “Kelompok rentan ada 5 kategori, yakni lansia, perempuan, anak, miskin, dan disabilitas,” ungkap Bambang.

Purwanto, fasilitator dari Yayasan Ciqal menyampaikan, “Ke depan kami akan ada kegiatan joint monitoring, kita akan melihat dua hal. Pertama terkait partisipasi kelompok rentan dalam proses perencanaan pembangunan, yang kedua kita akan melihat apakah anggaran yang ada di APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) kelurahan dan kecamatan sudah inklusif atau baru ditingkat eksklusi inklusif.”

Akan ada agenda yang dilakukan oleh kelompok rentan dengan pemerintah kelurahan. Setelah ini masih ada lagi kegiatan yang dinamakan joint monitoring di lingkungan kelurahan. “Di kelurahan itu nanti teman-teman kelompok rentan dari tiga keluharan akan bersama-sama melakukan proses klarifikasi anggaran dengan pemerintah kelurahan”, pungkas Purwanto.

Merespon ajakan dari HI, dua perwakilan Gerkatin menyampaikan kepada Solider bahwa pada tahap ini Gerkatin masih dalam tahap pembelajaran mengenal anggaran di tingkat keluarahan maupun kecamatan. ”Saya baru belajar tentang anggaran di tingkat kelurahan jadi saat ini masih mengamati dan mengikuti prosesnya agar ke depannya kami sebagai orang Tuli bisa terlibat aktif”, pungkas Riski Purna Adi melalui jurubahasa isyarat. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.