Lompat ke isi utama
beberapa staf KPU memberikan keterangan pada solider

Sukseskan Pilgub 2018, KPU Kota Cimahi Buka Kesempatan Difabel untuk Terlibat jadi Panitia

solider.or.id, Cimahi –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Cimahi membuka pendaftaran calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Difabel domisili Cimahi memiliki peluang untuk mendaftarkan diri dalam pencalonan kepanitiaan.

Terhitung mulai tanggal 12 Oktober hingga 14 Oktober, KPU kota Cimahi membuka pendaftaran perekrutan calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Perekrutan ini disiapkan dalam rangka menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 mendatang.

“Kami dari pihak KPU menyambut baik atas partisipasi difabel dalam perekrutan calon anggota kepanitiaan. KPU mengharapkan difabel yang ada di Cimahi berperan aktif ketika ada peluang seperti ini, tidak hanya dalam ranah kegiatan sosialisasi saja,” ujar Komisioner KPU Cimahi, Septiana yang ditemui di kantornya, Jum’at (13/10).

Untuk para difabel yang berminat mencalonkan diri dalam perekrutan calon anggota kepanitiaan, mereka tetap diwajibkan mengikuti prosedur yang ditetapkan. Kelengkapan persyaratan administrasi berupa surat-surat yang diperlukan pun sama dengan nondifabel. Begitu pula pilihan peluang yang ditawarkan KPU untuk difabel tetap disamakan, yaitu untuk menjadi panitia pemungutan suara (PPS) atau panitia pemilihan kecamatan (PPK). Pemeriksaan berkas kelengkapan dilakukan di meja registrasi pendaftaran oleh petugas dari KPU langsung.

KPU meminta pula pada difabel untuk memiliki kaderisasi guna mengkoordinir setiap informasi yang akan disampaikan kepada publik. “Kami berusaha menempatkan sifat keadilan, memberikan hak yang sama kepada difabel yang ada di kota Cimahi,” ujar Septi.

Septi mengungkapkan, pihaknya mengacu pada undang-undang nomor 8 tahun 2016 yang mengatur tentang hak difabel. Salah satunya mengatur tentang akses mendapatkan kesempatan yang sama dalam bidang pekerjaan. Meskipun dalam mempraktekannya, Septi mengakui masih banyak kendala yang dihadapi para difabel di lapangan, contoh difabel masih terkendala dalam akses infrastuktur yang dibutuhkan.

Dengan keterlibatan para difabel dalam pendaftaran perekrutan calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS), diharapkan menjadi proses menjembatani terhadap kebutuhan difabel. Selain bidang kesempatan memperoleh hak dalam pekerjaan, juga terhadap edukasi kebutuhan insprastuktur yang ada.

Septi mengharapkan, semoga kesempatan ini bisa mendorong para difabel Cimahi untuk dapat berpartisasi secara aktif. “Kami ingin difabel yang ada di kota Cimahi ikut aktif berperan bersama KPU. Bukan sekedar dalam hal sosialisasi pemilu saja melainkan aktif dalam kepanitiaan juga,” tutur Septi diakhir pemaparannya. (Srikandi Syamsi)

The subscriber's email address.