Lompat ke isi utama
belajar bahasa isyarat bersama Solo Cerdas

Solo Mengajar Gandeng Gerkatin Solo Melatih Bahasa Isyarat

Solider.or.id, Surakarta-Fahmi, siswa SLB YRTRW Solo tampak antusias mengajarkan bahasa isyarat, ditandai dengan raut muka ekspresif dan penuh perhatian di depan 15 anak-anak. Pun Aprilian Bima, ketua Gerkatin Solo itu juga menunjukkan mimik muka serius namun ramah tatkala tangannya memeragakan bahasa isyarat Indonesia (bisindo) kepada anak-anak itu. Mereka tinggal di dekat Taman Cerdas Kelurahan Joyotakan, tempat belajar di setiap hari Senin dan Rabu pada pukul empat hingga lima sore.

Sebagian dari mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sebagian di SMP. Acara pelatihan bahasa isyarat oleh Gerkatin Solo dan lembaga Solo Mengajar tersebut berlangsung pada Rabu (11/10). Untuk pertama kali anak-anak yang tinggal di perbatasan Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo itu dikenalkan dengan bahasa isyarat. Erlin, siswa SD Al Irsyad Solo adalah salah satu dari mereka.

Tak hanya anak-anak, 12 orang relawan Solo Mengajar yang hadir juga ikut merasakan ketertarikan untuk belajar bahasa isyarat. Mereka pun mengikuti gerakan tangan dan berekspresi. Tujuan pelatihan dan bermain di Taman Cerdas adalah supaya anak-anak bisa terinspirasi dari Tuli, dan bisa belajar bahasa isyarat. “Tadi kami belajar tentang alfabet, warna, tentang keluarga. Lalu ada perkenalan masing-masing anak menggunakan bahasa isyarat,”ujar Aprilian Bima kepada Solider yang diterjemahkan oleh Ischol dari Deaf Volunteer Organization (DVO) di sela-sela waktu senggang dalam pembelajaran. Bima sangat senang bisa mengajar bahasa isyarat. “Anak-anak senang dan terinspirasi. Semoga mulai hari ini dan seterusnya mereka bisa menghargai orang lain, agama, ras dan perbedaan. Aku senang sama anak-anak ini. Mereka cepat tanggap dan gampang menyerap,”ungkap Aprilian Bima.

Rizqi Dyah Kusumawati, relawan Solo Mengajar untuk Taman Cerdas Joyotakan mengatakan, “Jadwal kami pembelajaran biasa mengerjakan PR setiap hari Senin sedangkan Rabu adalah kelas kreatif. Di Solo Mengajar ada 9 titik dampingan : Sumber, Mojosongo, Pajang, Joyotakan dan sebagainya. Jumlah personil Solo Mengajar ada ribuan, pastinya saya tidak tahu karena terdiri dari beberapa angkatan,” jelas Rizqi Dyah Kusumawati.

Pengalaman Rizqi Dyah Kusumawati yang pernah mengikuti diskusi tentang hak anak di Warung Inspirasi yang diselenggarakan oleh Gerkatin Solo belum lama ini telah memberikan inspirasi dan motivasi. Pertemuannya dengan Aprilian Bima telah membuahkan keinginan untuk menularkan ‘virus’ suka belajar bahasa isyarat. Saat ini Rizqi Dyah sedang berkuliah di FKIP MIPA Matematika UMS Surakarta. “Pembelajaran di Taman Cerdas ini sudah berlangsung sekira dua tahunan, sedangkan bahasa isyarat adalah pengalaman pertama,”ujar Rizqi Dyah.

Solo Mengajar  adalah wadah pergerakan relawan pendidikan yang ada di Solo untuk mewujudkan Kota Solo sebagai kota layak anak. Kegiatan para relawan Solo di antaranya adalah pendampingan anak-anak yang bertempat di Taman Cerdas yang tersebar di seantero Kota Solo yakni tujuh Taman Cerdas dan dua rumah mengajar. Selain agenda rutin, Solo Mengajar juga memiliki acara tahunan yakni Kelas Inspirasi Solo dan Festival Anak. (Puji Astuti)

The subscriber's email address.