Lompat ke isi utama
salah satu atlet Papua yang berprestasi

Harumkan Nama Daerah di Peparnas 2016, Atlet Difabel Papua Belum Terima Bonus

Solider.or.id, Papua - Pekan Paralimpic Nasional (peparnas) XV/2016 Jawa Barat yang berlangsung 15-24 Oktober tahun lalu, menyisakan berbagai kenangan dan cerita. Sungguh mengherankan, atlet NPC Papua, ternyata belum terima bonus. Padahal atlet-atlet difabel Papua sangat berprestasi, mereka masuk dalam lima besar atlet berprestasi se-Indonesia sebagai penerima medali. Namun hingga setahun berlalu, atlet Papua belum menerima bonus sebagai wujud apresiasi atas prestasi mereka.

“Pemerintah Provinsi Papua ternyata belum menganggarkan di APBD 2016-2017, tapi pengurus NPC Papua sudah berjuang dan berupaya melobi, dengan melakukan audensi, serta membangun kamunikasi persuasif  langsung dengan  Gubernur Papua  dan mendapatkan sinyal positif. Usulan dari perwakilan NPC terkait bonus tersebut dapat diakomodir dan masuk di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2017. Sekarang rekening atlet sudah disiapkan di bank Papua dan atas nama atlet itu sendiri” ujar ketua NPC Papua  Jaya Kusuma, SH, MM. saat ditemui  Solider pada pertemuan SLB di Kotaraja Jayapura. 7/10.

Dengan sikap lamban Pemerintah Provinsi Papua merespon hal tersebut,  banyak atlet difabel yang kecewa, baik atlet pelatnas maupun atlet daerah, merasa terdiskriminasi haknya. “Kami berjuang dan bekerja keras untuk berlatih  hanya demi nama Papua semata, kok hak kami sampai lama begini, saya heran dan heran karena di daerah lain itu mereka sudah nikmatinya. Tunggu bonus lama sekali sehingga saya harus cari uang dengan jualan pinang, bensin, dan rokok di pinggir jalan hanya demi untuk menghidupi keluarga saya”, tukas Gerad Rumbewas, atlet angkat berat peraih medali perunggu asal Papua. 

“NPC Papua tidak tinggal diam,  kami selalu berusaha merangkul dan memberi semangat para atlet-atlet difabel peraih medali, walaupun terlambat asalkan dibayar. Memang dalam pembayaran bonus beda dan ada kesenjangan, kalau nondifabel atau atlet PON papua 2016 lalu di Jawa Barat peraih emas 600 juta, tapi kalau difabel sekitar 100 juta. Pada prinsipnya NPC Papua menerima pemberian pemerintah daerah meskipun berbeda bonusnya dengan atlet PON, bukanlah sebuah halangan untuk berprestasi”.   Tambah ketua NPC Papua.

Atlet yang berlaga di Asean Paragames Kualalumpur 2017, peraih medali emas dibayar 200 juta per medali, itu adalah komitmen dan janji Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) H. Imam Nahrawi, S.Ag. yang bertemu langsung dengan para perwakilan sang juara difabel indonesia, KEMENPORA juga menjanjikan bonus atlet masuk langsung ke rekening masing-masing. Sumber informasi dari NPC pusat Rio Suseno. Adapun NPC Papua mengikutsertakan 10 atlet andalan, dan mereka mampu meraih 12 medali emas dan 4 perak. (Roby nyong).

The subscriber's email address.