Lompat ke isi utama
pertemuan Universitas Sidney dan UNY dalam lokakarya

Universitas Sydney dan UNY Kembangkan Inovasi Komunikasi dalam Pendidikan Inklusi

solider.or.id, Yogyakarta - Universitas Sydney dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengerjakan proyek yang menghubungkan difabel dan organisasi perwakilan difabel dengan pakar dalam pendidikan, media, dan komunikasi dari Indonesia dan Australia. Hal ini untuk memberdayakan sekolah-sekolah dan mengembangkan inovasi komunikasi tentang difabel dan inklusi dalam masyarakat menuju perubahan perilaku. Pada tahap ini, proyek yang bernama MIDRAC (Media, Inklusi dan Disabilitas : Sumber Daya untuk Perubahan Sikap) mengadakan Lokakarya Laboratorium Perubahan Program Media, Inklusi dan Disabilitas : Sumberdaya untuk Perubahan Sikap pada 10-12 Oktober 2017.

Lokakarya ini diselenggarakan di Fakultas Ilmu Pengetahuan UNY dengan peserta dari pihak pemerintah, sekolah, dan organisasi perwakilan difabel (OPD). Sukinah, M.Pd perwakilan dari UNY menyampaikan bahwa program ini merupakan lanjutan dari lokakarya dan penelitian pada Januari 2016. “Tentu menjadi harapan kita bersama program ini mampu membangun format komunikasi yang efektif dan terbentuknya jejaring yang lebih baik antara pemerintah, OPD, dan sekolah guna mendukung pendidikan yang inklusif.”

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai 5 elemen komunikasi oleh Gerard Goggin melalui video, yakni kita perlu memperhatikan pesan, sasaran, tujuan, cara, dan dampak. “Isi pesan yang ingin disampaikan harus jelas agar dapat sepaham dengan sasaran. Sedangkan sasaran adalah cara bagaimana Anda dapat berkomunikasi dengan orang-orang dengan latar bekarang yang berbeda. Tentu membutuhkan cara yang kreatif dalam menyampaikan isi pesan”, ujar Gerard Goggin.

“Perjuangan kita adalah mendidik anak tanpa diskriminasi dan menerima keberagaman di sekolah maupun lingkungan kita masing-masing. Mendidik anak tidak sekedar memberi pelajaran tapi hati kita ikut di dalamnya. Kalau kita punya kerangka berpikir yang benar tenang pendidikan inklusi, mengerti strategi mendidik ala pendidikan inklusi, serta komitmen yang baik, saya yakin pendidikan inklusi kita semakin baik dan sukses dan di sekolah, tidak ada bullying. Saya berharap di tahun-tahun yang akan datang label sekolah inklusi akan dicabut karena sesungguhnya semua sekolah harus inklusi”, pungkas Drs. Ari Widodo, M.Pd dari Pokja Inklusi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.