Lompat ke isi utama
suasana audiensi Perdik ke KPID Makassar

Perdik Sulses Dorong Pemenuhan Aksesibilitas Informasi bagi Difabel

Solider.or.id, Makassar - pergerakan difabel indonesia untuk kesetaraan (PerDik), mengadakan kunjungan ke sekertariat komisi penyiaran indonesia Sulawesi Selatan (jalan Bonto Lempangan Makassar), pada Selasa, (10/10). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendorong pemenuhan hak difabel khususnya dalam mengakses informasi yang disajikan oleh media elektronik (stasiun TV) yang ada di Makassar. Dalam kunjungan tersebut, mereka berdiskusi dengan salah seorang komisioner KPI (Arsyil Ciwang).

Direktur Perdik (Abdul Rahman) mengatakan, “Selama ini, stasiun televisi lokal di Makassar masih belum memperhatikan aksesibilitas informasi yang mereka sajikan. Hal ini berakibat difabel, khususnya Tuli memiliki hambatan untuk mengetahui kontent informasi yang disajikan oleh TV lokal tersebut. Karena itulah hari ini perdik mengadakan kunjungan ke KPI Sulses untuk meminta agar KPI memfasilitasi difabel Makassar untuk berdiskusi dengan mereka yang bekerja di stasiun TV. lokal”.

Rahman menambahkan, selama ini belum ada satu media pun di Makassar yang menyediakan penerjemah bagi teman-teman tuli. Ia mencontohkan, misal dalam tayangan berita, seharusnya ada interpreter yang menerjemahkan informasi ke bahasa isyarat. selain itu, masih menurut Rahman, saat ini, ada begitu banyak informasi penting yang hanya berupa tulisan, sehingga tidak dapat diakses oleh difabel netra. Alangkah jauh lebih baik, jika informasi-informasi tersebut, dapat diakses oleh semua kalangan.

Rahman berharap, agar kedepannya difabel dapat difasilitasi agar hal tersebut dapat di advokasi. Apalagi menjelang pilkada serentak 2018, ada begitu banyak informasi terkait  pemilihan kepala daerah yang selama ini kurang menjadi perhatian terkait bagaimana difabel mengaksesnya.

Sementara itu, komisionar KPU (Asril Ciwang) mengatakan, mereka siap membantu difabel dalam mengatasi persoalan tersebut. “saya kira, semua media lokal kita sudah harus memperhatikan ke aksesibilitasan informasi bagi difabel. Bukan hanya pada saat menjelang pemilukada, akan tetapi, setiap saat, media lokal kita harus menyediakan informasi yang dapat diakses oleh semua kalangan.”

“Sebagai langkah awal, mungkin kita akan membuat regulasi yang menjadi acuan buat media-media tersebut. Tentunya, kita butuh bantuan seluruh organisasi difabel, dalam menyusun regulasi tersebut.” Tutupnya.

Wakil sekertaris Perdik (Nurhidayat) yang juga hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan,   pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Pertama, perdik siap menjadi penggerak dan penghubung antara KPI dan organisasi difabel di Makassar guna mendorong lahirnya regulasi tersebut. Kedua, untuk pemilukada serentak 2018, Perdik siap untuk menyediakan juru bahasa isyarat bagi media lokal manapun di Makassar, untuk menjadi interpreter dalam event-event terkait pemilu seperti debat kandidat, talkshow, ataupun pada saat siaran berita. Dalam hal ini, Perdik berencana menghubungi Gerkatin Sulawesi Selatan, karena mereka lebih memahami persoalan tersebut. (Ramadhan Sarro)

The subscriber's email address.