Lompat ke isi utama
salah satu peserta sedang mempraktikkan menjadi penyiar radio

Menyuarakan Yang Tak Terlihat Difabel Netra Siap Menembus Dunia Penyiaran Radio

Solider.or.id, Bandung – Asah kemampuan difabel netra melalui potensi suara. Pelatihan penyiaran radio untuk para difabel netra berlangsung di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, Minggu (8/10).

Di ruang galeri 1 Museum Asia Afrika telah digelar sebuah ajang bergengsi untuk para difabel netra kota Bandung. Bertajuk ‘Menyuarakan Yang Tak Terlihat’ sengaja diambil sebagai tema universal. Pelatihan penyiaran radio tersebut di usung juga oleh penyiar senior salah satu radio swasta nasional, Vivie Novidia sebagai trainer.

Sebanyak 50 peserta difabel netra total blind dan low vision unjuk kebolehan dibidang audio. Berperan sebagai penyiar dan mengikuti gaya khas penyiar radio kesayangan mereka, ternyata menjadi sesuatu hal baru yang menyenangkan. Cara ini sengaja diambil untuk menggali potensi yang ada di dalam diri difabel netra.

Memiliki kepekaan pendengaran menjadi sebuah anugerah yang dimiliki difabel netra. Melalui kepekaan tersebut kemampuan menyimpan pesan suara melalui ingatan pun menjadi lebih tajam. Dalam penuturannya, salah satu peserta pelatihan yang lolos masuk 10 besar turut menyampaikan hal yang serupa.

“Kami difabel netra memang lebih peka dalam mendengar dan berbicara. Radio mungkin bisa menjadi salah satu akses untuk mengembangkan kelebihan yang dimiliki  difabel netra,” tutur Yuniarti Sa’adah (21).

Berdasarkan informasi, pihak penyelenggara Numberone Brodcasting School akan terus mengasah bakat para peserta yang masuk 10 besar tersebut. Mereka akan memperoleh peluang lebih banyak dibidang penyiaran radio. Contoh rekaman suara mereka akan diberikan kepada pihak radio-radio yang ada di Bandung. Tujuannya, agar 10 peserta yang terpilih dalam pelatihan mendapatkan peluang magang di studio radio secara langsung.

Para difabel netra yang nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk magang di radio-radio, akan ditempatkan sebagai penyiar atau pengisi suara (dabbing speakers). Proses tersebut masih terus dirancang oleh pihak penyenggara pelatihan. Tentu saja, kerja sama dan peran serta radio-radio di Bandung sangat diharapkan. Mereka dapat memberikan kesempatan bagi peserta yang lolos dalam pelatihan, diharapkan mampu turut andil dalam menyuarakan yang tak terlihat.

“Saya memang berminat untuk menekuni dunia public speaking. Dengan adanya pelatihan penyiaran radio ini semoga menjadi awal pembuka jalan untuk cita-cita saya tersebut,” ungkap Yuni, dengan nada optimis. (Srikandi Syamsi).

The subscriber's email address.