Lompat ke isi utama
kantor Bupati Pati tampak depan

Bupati Belum Faham Tentang Definisi Difabel Sebenarnya, PPPDI Pati Tertantang Terus Lakukan Advokasi

Solider.or.id, Pati – beberapa pemerintah daerah belum faham betul dengan istilah difabel. hal inilah yang terjadi di kabupaten Pati. Dalam audiensi PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) kabupaten Pati, ditemukan fakta bahwa pemerintah setempat, dalam hal ini bupati Pati belum faham betul definisi difabel. bahkan fihaknya tidak tau siapaka sajakah yang sesungguhnya tergolong difabel.

Dalam audiensi itu, salah satu perwakilan PPDI Pati yakni Abdul Rohman mengungkapkan keluh kesah yang dialaminya sebagai seorang difabel  daksa bawah kepada Bupati Pati, tetapi sebelum pertanyaan di sampaikan, Haryanto menjelaskan bahwa difabel itu sejak lahir bukan dari kecelakaan.  

“Pak Bupati saya mau menyampaikan apa yang menjadi masalah saya” ujar Abdul Rohman.   

Bupati Pati berkata “apakah kondisi anda seperti ini dari lahir atau disebabkan karena kecelakaan, karena jika disebabkan kecelakaan itu bukan difabel,  difabel itu sejak dari lahir.”  

Menyukapi fenomena ini, Suratno selaku ketua PPDI Pati  tidak setuju atas pernyataan Bupati Pati tentang definisi difabel itu, karena menurutnya seseorang karena kecelakaan dan mengalmi hambatan permanen sehingga berkurang kemampuannya juga merupakan difabel.

“melihat fenomena ini kami justru merasa tertantang untuk terus dapat mensosialisasikan isu-isu difabel ke pemerintah dan ke masyarakat. ketidaktahuan bupati ihwal definisi dan kategori difabel membuat kami merasa tertantang untuk terus mengadvokasinya” lanjut Suratno.

Dalam audiensi itu, salah satu perwakilan PPDI Pati yakni Abdul Rohman mengungkapkan keluh kesah yang dialaminya sebagai seorang difabel tuna daksa bawah kepada Bupati Pati, tetapi sebelum pertanyaan di sampaikan, Haryanto menjelaskan bahwa difabel itu sejak lahir bukan dari kecelakaan. Selain perwakilan dari PPDI datang juga anggota KPU, Dinsos dan Disdik.

“Pak Bupati saya mau menyampaikan apa yang menjadi masalah saya” ujar Abdul Rohman.  Lanjut Bupati yang melihat kondisi Abdul Rohman  bertanya balik kepadanya.

Bupati Pati berkata “apakah kondisi anda seperti ini dari lahir atau disebabkan karena kecelakaan, karena jika disebabkan kecelakaan itu bukan difabel, kalau difabel itu sejak dari lahir.” Sayangnya kondisi Abdul Rohman itu disebabkan karena kecelakaan dan masalah yang disampaikannya merupakan masalah pribadi.

Suratno selaku ketua PPDI Pati menambahkan jika ia tidak setuju atas pernyataan Bupati Pati tentang definisi difabel itu, karena menurutnya seseorang karena kecelakaan dan mengalmi cacat permanen sehingga berkurang kemampuannya juga merupakan difabel.

Ia juga ingin memperjuangkan hak-hak difabel khususnya di Pati agar difabel Pati tidak hanya dijadikan objek tetapi menjadi subjek dan bisa mandiri.

Menurut John C.Maxwell difabel adalah seseorang yang memiliki kelainan fisik dan atau mental yang sifatnya mengganggu atau merupakan suatu hambatan baginya untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara layak atau normal. Dan menurut WHO(World Health Organization) difabel yaitu suatu kehilangan atau ketidaknormalan baik itu yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun kelainan struktur atau fungsi anatomis.

Dalam UU No.8 Tahun 2016 Pasal 1 : dijelaskan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Pasal 4 UU No.8 Tahun 2016 menjelaskan tentang ragam penyandang disabilitas yang meliputi : penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas intelektual, penyandang disabilitas mental dan/ atau penyandang disabilitas sensorik. (Oby Achmad)

The subscriber's email address.