Lompat ke isi utama
stand milik UIN Sunan Kalijaga dalam pameran Sains dan teknologi

UIN Sunan Kalijaga Pamerkan Alatbantu Aksesibel bagi Difabel Netra

 Solider.or.id.Yogyakarta. Pengunjung pameran Sains dan Teknologi Pancasilas “Tunjukkan Jogjamu untuk Indonesia,” dengan mudah akan menemukan “Booth 41 Pendidikan Fisika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.” Pasalnya stand tersebut berada pada tempat strategis, di sisi kiri pintu masuk sebelah barat, ruang pameran Gedung Olahgraga (GOR) UNY.

Sepintas tidak terlihat ada yang spesial yang dipamerkan dari stand pameran milik sebuah Perguruan Tinggi Inklusif di Jogjakarta itu. “Itu hanya pameran karya tugas akhir para Mahasiswa Fisika di Kampus UIN Sunan Kalijaga, tidak ada yang spesial.” Obrolan yang sempat ditangkap Solider dari tiga orang pengunjung yang melintas di depan booth 41, Jumat (6/10/2017). Tidak disangka pengunjung bahwa UIN Sunan Kalijaga sedang memamerkan alat bantu aksesibel bagi dfabel netra.

Informasi dan sosialisasi lebih

Dipajang rapi di atas meja beberapa jilidan buku dengan tanda atau kode titik titik, juga bulatan-bulatan besar kecil dari bahan kayu yang juga ada titik-titik di sana. Selebihnya pada dinding ruang pameran berukuran 3 x 3 meter dipajang spanduk yang menginformasikan berbagai jenis fakultas yang ada di kampus UIN, juga berbagai prodi pada Universitas Saintek pada kampus tersebut.

Bagi awam, berbagai benda yang dipamerkan merupakan hal biasa, namun bagi Solider justru itu menarik dan melahirkan berbagai tanya. Terlebih mendapati tayangan sebuah video yang menyajikan gambar menyerupai closet yang dapat naik dan turun, dengan keterangan gambar Ergonomic Urinoir Appiance, An Innovation for Disability.

Informasi dan sosialisasi lebih tentang huruf braille dan berbagai istilah terkait difabilitas, menjadi catatan khusus bagi Solider.

Dari dua mahasiswa yang sedang bertugas di booth 41 yakni Ahmad Muzaeni dan Andhira Fariski Santo, Solider dapat merangkum beberapa informasi. Bahwa berbagai karya yang dipamerkan merupakan karya tugas akhir para mahasiswa Fakultas Sain dan Teknologi prodi Fisika dan Teknik Industri.

Alat bantu aksesibel

“Alat ini merupakan alat peraga yang dapat diraba oleh murid dengan gangguan penglihatan. Dengan alat ini, para murid dapat mempelajari nama-nama planet di bumi,” jelas Zein dan Riski sambil menunjuk peraga planet bumi dengan huruf braille di atasnya,”

Adapun alat peraga lain yakni Optikal Geometri karya seorang mahasiswa Prodi Teknik Industri Arizal Adi Pratama, berhasil membantu murid difabel netra mempelajari sifat bayangan yang dihasilkan cermin maupun lensa. Alat peraga yang dipamerkan sudah diuji cobakan di MTs Yaketunis Yogyakarta, sebuah sekolah khusus bagi difabel netra. Peraga tersebut juga sudah dinilai dan divalidasi oleh para ahli, hasilnya difabel netra sangat terbantu oleh alat ini.

Adapun terkait Ergonomic Urinoir Appiance, An Innovation for Disability saat ini tengah digarap sebuah prototype, dan yang berhak memberikan keterangan untuk sementara pihak universitas, melalui dosen pembimbing, hal tersebut disampaikan Zein.

Pada kesempatan terpisah, Taufik Adi, MT dosen pembimbing Prodi Sain dan Teknologi melalui WhatsApp Sabtu (7/10/2017) menjelaskan mengenai alat bantu yang ada pada tayangan video. Alat tersebut merupakan sebuah alat yang saat ini sedang dalam proses pembuatan prototype. Yakni sebuah desian alternatif dalam rangka membantu difabel khususnya yang lemah kaki atau hanya dengan satu kaki, serta orang yang dalam tahap rehabilitasi. “Alat bantu ini masih dalam tahap rancangan awal, bisa dikatakan prematur, tetapi ini langkah awal yang baik,” ujanya.

“Kami ingin membiasakan para mahasiswa terlibat memberikan sumbangsih nyata bagi lingkungan. Dalam bahasa akademik disebut secara khusus sebagai perilaku kecendikiawanan. Alias ilmu yang lekat masyarakat dan bermanfaat bagi sesama,” lanjut Taufik.

Menjawab latar belakang keikutsertaan dalam Pameran di GOR UNY, Taufik mengatakan menjelaskan bahwa selain permintaan dari pimpinan universitas, pameran juga sekaligus memberi apresiasi kepada para mahasiswa yang turut serta melakukan kegiatan penelitian.

“Mereka senang, dengan dipamerkannya karya mereka maka terpupuk kepercayaan diri mahasiswa, bahwa perform karya itu menyenangkan,” jelasnya. (hnw).

 

The subscriber's email address.