Lompat ke isi utama
Ketua DPRD Sulewesi Barat, Suraidah Suhardi

Respon Baik Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Untuk Kantor Yang Akses Difabel

Solider.or.id, Mamuju -- Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj. ST. Suraidah Suhardi, SE, M.Si. merespon baik usulan akses yang ramah difabel pada desain kantor DPRD Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Hal tersebut bermula saat akun facebook Yudha Hari Abri salah satu staf di Dinas PU Kabupaten Mamuju, mengunggah maket miniatur bangunan kantor DPRD Kabupaten Mamuju, dengan tulisan “Desain kantor DPRD Kab.Mamuju” rabu 4 [empat] Oktober 2017. 

Unggahan tersebut menuai banyak komentar positif dari pengguna facebook di Mamuju, salah satunya yaitu Syafaruddin Syam ketua Gerakan Mandiri [Gema] Difabel Mamuju Sulawesi Barat, komentarnya, “Semoga kantor DPRD Kabupaten Mamuju yang baru nanti, punya akses yang ramah untuk kami difabel, agar memudahkan kami untuk menemui para wakil rakyat yang terhormat, salam Ibu Ketua Suraidah Suhardi.“

Membalas komentar Syafaruddin Syam di facebook, Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Suraidah Suhardi berkomentar “Menjadi bahan masukan, terima kasih pak.”

Menindak lanjuti hal tersebut, Solider mencoba menghubungi Suraidah Suhardi via messenger, dalam wawancara singkat kepada Solider ketua DPRD Kabupaten Mamuju periode 2014-2019 ini mengatakan “ Kami sadar bahwa bangunan kantor DPRD kabupaten yang ada saat ini, belum ramah terhadap difabel.”

Menurutnya hal ini akan menjadi masukan untuk kantor DPRD Kabupaten yang baru nanti, agar bisa akses kepada teman-teman difabel.

Menurutnya sejauh ini pihaknya telah beberapa kali di datangi oleh pengurus organisasi difabel, dan sering melakukan diskusi-diskusi kecil, “ Bagi saya ini hanyalah persolan fisik yang berbeda, yang tidak mesti menjadi kendala apa lagi di cap miring bahwa difabel tidak sempurna”. (04/10)

Lebih lanjut Suraidah mengatakan bahwa di Mamuju, isu difabel memang belum begitu jauh dikenal, baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk itu tambahnya, isu ini harus terus di sosialisasikan di tengah masyarakat dan tentu saja berkoordinasi dengan pemerintah.

“Dan untuk akses ramah difabel yang belum begitu diperhatikan oleh pemerintah, hal ini menjadi pekerjaan rumah [PR] bagi kita semua, agar kedepannya kita bisa memberi ruang yang sama bagi siapa saja, termasuk difabel.” (Shafar Malolo)   

The subscriber's email address.