Lompat ke isi utama
beberapa difabel lakukan uji aksesibbilitas di RSA UGM

Surveyor Difabel Lakukan Asesmen Aksesibilitas di RSA UGM

Solider.or.id, Yogyakarta - Dria Manunggal bersama Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) mengadakan uji aksesibilitas difabel di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM (30/9).

Sebanyak 12 orang difabel dari perwakilan pengguna kursi roda, pengguna kruk / tongkat, Tuli, dan difabel netra serta arsitek dari Pustral UGM mengikuti kegiatan ini. Tim asesmen dibagi menjadi 3 kelompok, baik dari halte bis menuju lobby, dari area parkir menuju lobby, maupun yang langsung turun di lobby. Kemudian masing-masing tim menyebar ke poli dan rawat inap yang berbeda-beda agar seluruh bagian rumah sakit diuji aksesibilitasnya.

“Saat saya mencoba jalan kaki dari halte transjogja terdekat menuju lobby, saya sangat kesulitan karena haltenya tidak berfungsi dan banyak kendaraan lewat. Saat naik di pintu masuk juga saya perlu bantuan orang lain untuk mendorong kursi roda saya”, ujar Ida Ayu salah seorang surveyor pengguna kursi roda.

Hal yang sama juga dirasakan Ninik sebagai pengguna kruk. “Jauh sekali, apalagi tidak ada trotoar untuk pejalan kaki jadi sangat berbahaya. Saya juga tidak kuat karena kontur jalannya menanjak jadi tadi saya menyerah naik mobi.”

Masukan dari difabel netra adalah agar setiap lift disediakan informasi audio yang memberitahukan posisi lantai dan poli apa saja yang ada di lantai tersebut. “saya perhatikan juga belum ada guiding block dari luar RSA UGM hingga di bagian bagian dalam sehingga menyulitkan kami yang tidak bisa melihat untuk dapat mengakses secara mandiri”, terang Supriyatno sebagai surveyor netra.

Sedikit berbeda yang dialami oleh surveyor Tuli karena aksesibilitas yang utama bagi Tuli adalah aksesibilitas non fisik, yakni pada komunikasi dengan petugas pelayanan maupun dokter. Sehingga surveyor Tuli merekomendasikan agar ada petugas RSA UGM yang bisa bahasa isyarat dasar. Surveyor Tuli dari Laboratorium Riset Bahasa Isyarat menyumbangkan satu paket kamus bahasa isyarat kepada RSA UGM untuk mendukung optimalisasi pelayanan.

Hasil asesmen ini kemudian diolah oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sunartini Hapsara, Sp.A(K), Ph.D yang kemudian akan menjadi rekomendasi pada renovasi rumah sakit di tahun 2018. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.