Lompat ke isi utama
gambar Edy, Atlet berpresatasi asal Grobogan

Edy Nuryanto, Harumkan Nama Bangsa Melalui Olahraga

solider.or.id Tuban – Atlet difabel Nasional dari cabang olahraga tenis meja duduk ini tak pernah menyangka sebelumnya kalau akan menjadi seorang atlet yang berprestasi. Atlet yang bernaa lengkap Edy Nuryanto dan akrab disapa Edy adalah seorang difabel paraplegia akibat kecelakan. Pria kelahiran Grobogan 30 November 1980 ini telah beberapa kali memperoleh medali dari kompetisi olahraga yang di ikutinya.

Seperti saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Edy  menceritakan awal mula dia tertarik untuk terjun menjadi seorang atlet, yaitu ketika dia diajak seorang teman untuk menonton pertandingan sepakbola di stadion Grobogan.  Ediy tak bisa melupakan pengalamannya tersebut, saat itu ia harus digendong agar bisa masuk ke dalam stadion.  Setelah menonton pertandingan itulah, ia mulai mengenal  NPCI (National Paralympic Comitte Indoonesia), sebuah wadah organisasi olahraga khusus atlet difabel.  Kebetulan letak sekretariatnya tepat di sebelah stadion.

Setelah pertemuan tersebut, ia lantas terus berkomunikasi dengan kawan-kawan di NPCI hingga kemudian ia resmi bergabung dan aktfi di organisasi NPCI. Beberapa cabang olahraga sempat di cobanya seperti lempar lembing, tolak peluru dan beberapa cabang olahraga lain sebelum dia menemukan passionnya  di olahraga tenis meja duduk. Medali pertama yang dia dapatkan adalah perunggu pada sebuah kompetisi di Solo pada akhir tahun 2013 silam. Berawal  dari sanalah dia mulai mengukir sejarah sebagai atlet berprestasi dengan mengoleksi beberapa medali dari berbagai kompetisi.

Seperti baru-baru ini, Edy berhasil mendapat medali emas dari cabang tenis meja duduk beregu di Asean Para Game yang di adakan di Kuala Lumpur Malaysia kemarin, ia sangat bersyukur atas hasil yang di peroleh sekaligus juga terharu karena dapat mengharumkan nama bangsa.  Lebih-lebih Indonesia juga menjadi juara umum dievent internasional tersebut. Meski telah menorehkan prestasi yang membanggakan, namun Edy tak lantas menjadi jumawa, ia belum puas, sebab banyak target yang belum tercapai. Kedepan ia berharap kepada difabel, keluarga difabel, masyarakat sekitar maupun pemerintah agar jangan lagi mengucilkan difabel. “beri mereka ruang, agar mereka dapat berkarya.  Saya sangat percaya bahwa  usaha yang dilakukan tak akan pernah  mengkhianati hasil” tuturnya.

Melalui prestasi yang membanggakan, Edy telah berhasil menunjukkan bahwa difabel bisa jadi memberikan ‘aset’ kepada pemerintah. Ia dapat mengharumkan nama bangsa dengan prestasinya. Minimnya perhatian, anggaran, bahkan diskriminasi yang terjadi selama ini di masyarakat tak membuat Edy lantas patah semangat. Ia justru terus berusaha agar dirinya dapat berprestasi dan membuat bangsa ini bangga. Edy hanyalah salah satu contoh, melalui NCP yang terkadang masih terabaikan saja ia dapat berprestasi, apalagi kalau memang negara ini dapat benar-benar memperlakukan difabel dan memberikan hak-haknya? Pasti akan lebih banyak lagi ruang-ruang dan peluang bagi difabel untuk membuat negara ini menjadi lebih bangga. (Fira Merenda Asa)

The subscriber's email address.