Lompat ke isi utama
suasana briefing asessment aksesibilitas RSA UGM

Prof. Dr. Sunartini Hapsara, Sp.A(K), Ph.D : RSA UGM Sudah Lebih Aksesibel

Solider.or.id, Yoyakarta - Sebagai persiapan memulai kegiatan survey dan asesmen aksesibilitas bangunan di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Dria Manunggal bersama komunitas difabel meninjau langsung lokasi dan mencermati instrumen serta kuesioner yang akan digunakan. (28/9)

Dihadiri 18 peserta gabungan dari Dria Manunggal dan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, forum ini membahas kesiapan instrumen yang akan digunakan pada saat asesmen aksesibilitas RSA UGM pada Sabtu, 30 September 2017. Drs. Setia Adi Purwanta, M.Pd selaku direktur eksekutif Dria Manunggal menyampaikan, “Kita sekarang diminta untuk melakukan penilaian aksesibilitas RSA UGM.  Masukan dari kita nantinya akan digunakan sebagai rekomendasi renovasi RSA UGM pada tahun 2018”.

Setia menambahkan, bahwa hasil asesmen ini nanti akan menjadi karya bersama. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan komunitas difabel namun juga tim arsitek dan pihak RSA UGM. Pedoman instrumen untuk asesmen ini adalah Permen PU No.30 Tahun 2006 meskipun ada beberapa poin yang perlu diubah, yakni ramp / bidang miring outdoor tertulis 1 : 10, seharusnya 1 : 14 dan indoor tertulis 1 : 8 seharusnya 1 : 12. Hal ini karena ketentuan kemiringan ramp di Permen PU tersebut dinilai masih terlalu curam.

Calon surveyor juga dibekali pemahaman tentang prinsip aksesibilitas, yakni kemandirian, keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kemudahan. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menilai aksesibilitas yakni bagaimana proses menuju, mencapai, memasuki, dan menggunakan suatu bangunan.

Penelitian ini dipimpin dan dihadiri pula oleh Prof. Dr. Sunartini Hapsara, Sp.A(K), Ph.D. Dokter yang juga seorang difabel pengguna kruk dan kursi roda ini menyampaikan bahwa prinsip dibangunnya rumah sakit adalah mengutamakan keselamatan pasien. “Mudah-mudahan kegiatan ini nantinya bisa menjadi contoh bagi 24 rumah sakit akademik lainnya. Hanya RSA UGM yang menggunakan model cluster dimana 1 bangunan melayani secara terpadu. RSA UGM ini sudah lebih aksesibel daripada RS yang lain”, pungkasnya. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.