Lompat ke isi utama
gambar Beethoven

Beethoven, Terus Berkarya dalam Kesunyian Pendengarannya

dak ada alasan bagi Beethoven untuk berhenti berkarya, meski dalam kesunyian pendengarannya. “Ciptaanku ini, bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu.” Quotation of Ludwig van Beethoven.

Solider.or.id.Yogyakarta. Ludwig van Beethoven lahir pada tahun 1770 di Jerman. Ia seorang komposer dan maestro musik klasik pada masanya. Beethoven mulai kehilangan pendengaran (tuli) pada usianya 31 tahun. Ketuliannya semakin parah hingga menjadi tuli total pada tahun 1817, atau pada usianya 47 tahun. Sejak itu Beethoven tak lagi bisa bermain dalam konser, namun ia terus mencipta musik.

Dia terus berkarya meski mengalami ketulian. Bahkan, dalam ketuliannya itu kualitas dan prestasi karya-karyanya semakin menanjak. Dia terus berkarya dalam kesunyian pendengarannya.

Bagi Beethoven tidak ada alasan apapun untuk berhenti berkarya. Beethoven tidak pernah lagi fokus pada ketuliannya, melainkan selalu fokus pada karya-karyanya, sehingga dia tidak kehilangan momentum dan kesempatan dalam hidupnya.

Tidak mudah tapi berhasil

Musik bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipelajari maupun dibuat, apalagi dengan kondisi tanpa kemampuan mendengar. Karena musik sangat dekat dengan pendengaran. Dengan mendengar sebuah musik, kita bisa tahu pesan yang ingin disampaikan sang kreatornya.

Namun Bethoven terus menjadi pencipta musik yang produktif. Bahkan hingga saat ini karya-karyanya menjadi kiblat dan sumber inspirasi untuk gaya romantik.Keindahan dan kedalaman rasa dalam setiap musik Bethoven yang tinggi, mengesankan setiap pendengarnya. Dalam kondisi tidak mudah karena hilangnya pendengaran Beethoven mampu mencipta karya-karya fenomenal.

Bethoven Kecil

Beethoven lahir di kota Bonn, Jerman pada tahun 1770. Ia anak dari pasangan Johann van Beethoven yang bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn. Sedangkan ibunya bernama Maria Magdalena Keverich.

Disiplin ketat yang dijalani Beethoven untuk berlatih piano dengan ayahnya selama berjam-jam, menuai hasil positif. Beethoven mengadakan konser pertamanya pada 26 Maret 1778, di usia yang relatif masih kecil. Meskipun mendapat sambutan yang luar biasa, Ayah Beethoven masih tidak puas dengan pencapaian anaknya. Dia merasa pencapaian Mozart, ketika seumuran Beethoven lebih baik.

Beethoven kemudian di titipkan pada seorang guru musik yang bernama Christian Gottlob Neefe. Neefe merupakan guru pertama Beethoven selain ayahnya sendiri. Dalam pendidikannya, Neefe mengajari Beethoven memainkan komposisi-komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi. Kemajuan yang ditunjukkan Beethoven sungguh mencenggangkan Neefe.

Pada tahun 1787, Beethoven pergi ke Wina atas perintah Pangeran Bonn. Di sana dia bertemu dengan Mozart dan memainkan piano di depannya. Mozart begitu kagum dengan Beethoven lalu mengatakan kalau Beethoven bisa menjadi musikus besar di masa depan nanti. Namun, keberadaan Beethoven di Wina hanya sebentar, dia dipanggil untuk pulang ke Boon karena ibunya sakit parah akibat TBC. Tapi, tak berapa lama setelah kepulangan Beethoven, ibunya meninggal pada 17 Juli 1787.

Lepas dari Keterpurukan

Pada awal ketuliannya akibat penyakit otosleorosis yang dialaminya, Beethoven perlahan menarik diri dari pergaulan masyarakat. Ia menjauhi teman-teman dan keluarganya. Dia menjadi minder bahkan mengalami depresi yang hebat.

Namun perlahan dia mampu keluar dan lepas dari dari keterpurukannya. Beethoven bertekad kuat untuk selalu mencipta dan berproses dalam dunia musik. Ini merupakan perubahan positif yang memukau dalam diri Beethoven. Satu hal yang membanggakan dari Beethoven, dalam kondisinya yang tuli Beethoven menghasilkan karya-karya fenomena yang berkualitas.

Beethoven meninggal di Wina pada tahun 1827 pada usinya yang ke lima puluh tujuh tahun. Dalam hidupnya Bethoven telah merampungkan karya-karyanya meliputi 9 simfoni, 32 Sonata, 5 piano concerto, 10 sonata untuk pinao dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater dan banyak lagi. Hampir keseluruhan karya-karya merupakan kombinasi luar biasa dari kedalaman perasaan dengan kesempurnaan aransemen. Komposisi yang dibuktikan Beethoven melalui musiknya, ternyata mampu mengangkat musik instrumental ke tingkat nilai seni yang tinggi.

Lima Karya Bethoven yang Abadi

  1. Simfoni No. 2 dalam D-Mayor, op. 36
  2. Simfoni No. 3 dalam Es-Mayor, op. 55
  3. Simfoni No. 5 dalam C-Minor, op.67
  4. Simfoni No. 6 dalam F-Mayor, op. 68
  5. Simfoni No. 9 dalam D-Minor, op. 125

Disarikan dari beberapa sumber. (hnw).

The subscriber's email address.